Agama Manusia

Mengungkapkan pandangan-pandangan intelektual yang memaparkan Islam sebagai agama rahmatan lil alamiin dan bertujuan membawa kemaslahatan pada kehidupan manusia.

Suri teladan yang baik dari Rasulullah (1)

Teladan hidup manusia adalah perilaku manusia itu sendiri, dan semua utusan Allah diharapkan bisa menjadi teladan hidup bagi semua umat, Tentu saja banyak teladan dari Rasulullah yang bisa diteladani dengan baik dan benar di sepanjang hidupnya.

Allah SWT berfirman, “Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah.” (QS al-Ahzab [33] : 21).

Menyikapi Perbedaan

Fârûq Abû Zaid dalam bukunya “Al-Syarî’ah al-Islâmiyah baina al-Muhâfizhîn wa al-Mujaddidîn” (Syari’ah Islam antara tradisionalis dan modern) mengatakan bahwa

أن مذاهب الفقه الاسلامى ليست سوى إنعكاس لتطور الحياة الاجتماعية فى العالم الاسلامى

“Anna Madzâhib al-Fiqh al-Islâmy laisat siwâ in’ikas li tathawwur al-hayâh al-Ijtimâ’iyyah fî al-‘Alam al-Islâmy”. (hlm. 16).

“mazhab-mazhab (aliran-aliran) keagamaan dalam fiqh Islam sejatinya adalah refleksi sosio-kultural mereka masing-masing”.

Dialog Gus Dur dan Santri: Agama Itu Bekal Hidup

Santri : "Ini semua gara-gara Nabi Adam, ya Gus!"

Gus Dur : "Loh, kok tiba-tiba menyalahkan Nabi Adam, kenapa Kang."

Santri : "Lah iya, Gus. Gara-gara Nabi Adam dulu makan buah terlarang, kita sekarang merana. Kalau Nabi Adam dulu enggak tergoda Iblis kan kita anak cucunya ini tetap di surga. Enggak kayak sekarang, sudah tinggal di bumi, eh ditakdirkan hidup di Negara terkorup, sudah begitu jadi orang miskin pula. Emang seenak apa sih rasanya buah itu, Gus?"

Agama Itu Fitrah

Fitrah berarti asal kejadian, bawaan sejak lahir, jati diri, dan naluri manusiawi. Agama (yang bersumber dari Tuhan) yang intinya adalah Ketuhanan Yang Mahaesa, menurut Al-Quran, adalah fitrah (lihat QS 30: 30). Hanya saja, fitrah ini tidak seketat yang lain dan pemenuhannya dapat ditangguhkan sampai akhir hayat.

Materialisme juga memiliki paham yang akhir­nya menjadikannya semacam agama, tetapi ia tidak sesuai dengan fitrah.

Bisakah Dibenarkan Tindakan Kekerasan Atas Nama Islam?

Kekerasan atas nama agama, cukup banyak terjadi di Indonesia. Dan karena kaum Muslim di Indonesia merupakan mayoritas, sebagian besar kekerasan tersebut, mengatasnamakan Islam. Laporan The Wahid Institute menyebutkan praktek intoleransi sepanjang 2013 yang dialami kelompok agama minoritas, seperti Ahmadiyah, komunitas Kristen, dan mereka yang dituduh sesat, ada 245 kasus. Yenny Wahid, Direktur The Wahid Institute, mengatakan banyak masyarakat Indonesia berkonflik karena masalah agama.

Makna Kebahagiaan

Dalam keseharian, kita bisa menemukan banyak hal yang menggelitik pikiran. Di sebuah rumah yang karena kesederhanaannya lebih pantas disebut gubug, kita bisa mendengarkan keluarga yang penuh kehangatan saling bercengkerama. Tawa yang renyah menyebar, senyum penuh syukur membias dari wajah-wajah penghuni rumah. Damai. Tenteram.

Muslim Indonesia Beda Dengan Muslim Arab

Apakah dengan menjadi Muslim, seseorang lalu perlu berbudaya Arab dalam berbagai aspek kehidupannya? Mulai dari berpakaian, cara berbicara, cara makan? Atau justru sebaliknya, menjadi Muslim berarti masuk kepada esensi berserah diri kepada Tuhan Yang Maha Kuasa, sementara tetap mempertahankan budaya sebagai manusia Indonesia.

Terkait dengan perkara ini, Wakil Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH A Mustofa Bisri kembali menegaskan perbedaan antara muslimin Indonesia dan Arab Saudi. Meski keduanya menganut agama yang sama tapi masing-masing memiliki kekhasan budaya.

Rambu-rambu Pengumpulan Harta Dalam Islam

Sebagai ajaran yang manusiawi, Islam menganjurkan kesetimbangan dalam masalah harta. Di satu sisi, harta diapresiasi sebagai salah satu bentuk karunia Allah kepada umat manusia. Pemilikan harta tidaklah dicela, bahkan kaum Muslimin didorong untuk bekerja keras agar memiliki harta yang cukup. Namun, pada saat yang sama, Islam memberikan rambu-rambu ataupun pedoman pengelolaan harta, yang mencegah seorang Muslim dan orang-orang di sekelilingnya mendapatkan kemadharatan akibat harta itu.

Sadar Sebagai Orang Indonesia

Di tengah maraknya pewacanaan bahwa menjadi Muslim yang sejati dan kaffah berarti mesti meninggalkan keindonesiaan, gagasan dari kyai-kyai Nahdhlatul Ulama tentang kembali ke khittah Indonesia 1945, benar-benar memberi angin segar.

Di sela-sela pembukaan Munas di GOR Pesantren Kempek, Sabtu Wakil Rais Aam PBNU KH. Musthofa Bisri atau Gus Mus menyerukan agar warga negeri ini kembali sadar sebagai orang Indonesia.

Pages