Catatan

Mengungkap tulisan opini dari mana-mana.

Remaja Cerdas Melakukan Bom Bunuh diri Jadi Trend Demi Jihad

Teuku Akbar Maulana (17 tahun), seorang remaja brilian yang hafal Al-Qur’an dan mahir berbahasa Arab, mendapat beasiswa dari pemerintah Turki untuk belajar agama di Imam Katip High School di Kayseri (setara dengan Madrasah Aliyah di Indonesia).

Strategi ISIS dalam Membusukkan Islam

Beberapa tahun yang lalu, kita hanya dihadapkan pada penyesatan atau tafsir buruk terhadap arti jihad. Jihad yang berarti berjuang diidentikkan dengan aksi teror, bom bunuh diri dan pembunuhan. Sehingga kata jihad yang sebenarnya sangat suci dan sakral bagi ummat Islam, sekarang sudah diartikan dengan sangat buruk sekali.

Sehingga kalau kalian bertemu dengan nonmuslim yang memiliki trauma terhadap penyerangan atau korban bom bunuh diri, mereka pasti sulit untuk menerima bahwa kata jihad sebenarnya tidak buruk dan tidak menyuruh orang untuk meledakkan diri.

Skenario Baru Para Khilafer Gulingkan Jokowi

Selama hampir tiga tahun berkuasa, publik sadar bahwa Jokowi yang sipil, berulang kali dicobai untuk dilengserkan. Namun untuk sementara Jokowi gagal dilengserkan. Ke depan, tanpa taktik dan strategi jitu dan dukungan kuat dari masyarakat, Jokowi mungkin berhasil dilengserkan.

Menilik ke belakang sejak Jokowi memimpin negeri ini, ada optimisme luar biasa dari rakyat banyak. Kemenangannya pada Pilpres 2014 itu titik awal keseimbangan baru dalam menetralisir pengaruh kroni oligarki bisnis dan kroni khilafah. Kedua kubu inilah yang akhir-akhir ini bersatu untuk melengserkan Jokowi.

Perkelahian Istri Rizieq Dengan Rizieq Perihal Chat Dengan Firza , Cukup Seru Dan Menegangkan

Baru saja saya menuliskan sebuah artikel  Firza Yang Telah Hadir, Dengan Istri Rizieq Yang Syok Karena Dipanggil.Di dalam artikel tersebut saya menuliskan bahwa sang istri syok karena kasus konten p0rn0 ini akan memperparah keadaannya yang sedang sakit hati dengan Rizieq, karena jelas seharusnya sebagai seorang istri yang normal dan mencintai suaminya, ketika tahu suaminya bajingan, maka jelas rasa sakit di hati itu tidak bisa lagi ditutupi.

Jokowi Disasar Kudeta, Gatot Offside, Kalla Bermain Api

Sejak menjadi Presiden, Jokowi memang sasaran empuk untuk dikudeta. Jokowi yang berlatar belakang sipil, dipandang remeh lawan-lawannya. Di kalangan militer, Jokowi dihargai karena kejujuran dan kesederhanaannya. Namun ia bukanlah sosok yang disegani, apalagi ditakuti. Jejak menakutkan Jokowi ala Duterte misalnya, tak ditemukan.

Darurat Paham Radikal, Keluarga Harus Jadi Penangkal

Saya punya teman yang cukup dekat dan sudah dianggap keluarga sendiri. Sejak ibunya meninggal, ia pindah ke kota lain sehingga kami jarang bertatap muka. Beberapa tahun kemudian, kabar kurang baik mengangetkan saya: teman saya tersebut di-drop out oleh kampusnya gara-gara tidak aktif mengikuti perkuliahan. Nilainya pun di bawah rata-rata. Menurut ayahnya, ia sering mengikuti pengajian kelompok tertentu hingga ke luar negeri, seperti Malaysia, Thailand (Pattani), dan Pakistan. 

Kaum Penyembah Iblis Dan Pemuja Habib Setan

Jika ada orang yang mengaku beragama tetapi hobi melakukan tindakan intoleransi, kekerasan, radikalisme, dan terorisme;

Gemar meracuni orang-orang awam dan anak-anak bangsa tak berdosa dengan "ajaran-ajaran" kebencian, fanatisme buta, rasisme, dan etnosentrisme;

Senang menghujat dan mencaci-maki sesama umat hanya karena berbeda agama, etnis, atau bahkan ormas serta pemikiran dan tindakan keagamaan;

Bersuka cita melihat benih-benih permusuhan antarmanusia di masyarakat;

Partai Islam Sebagai Pelengkap Penderita

Menghadapi situasi politik mendatang dengan kondisi politik nasional yang akhir-akhir ini mengalami pergeseran nilai-nilai etika, moral yang mana tidak lagi memperhatikan aspek normative dari kehidupan berbangsa dan bernegara. Hal ini semakin ditandai dengan adanya budaya tanding bagi kelompok kepentingan untuk meraih simpati dari konstituen yang ada.

Dimana kepentingan politik lebih dominan ketimbang keberpihakan terhadap rakyat. 

Islam Tidak Mengancam Kebhinnekaan

Isu "mengancam keberagaman (kebhinnekaan)" mencuat kembali ketika umat Islam menuntut penyelesaian kasus penistaan agama oleh Ahok. Namun saat kaum muslim menuntut keadilan atas kedzoliman yang menimpanya, umat “dipaksa” untuk menerima & memaafkan atas ketidakadilan dan kedzoliman yang menimpa mereka. Kondisi tersebut terjadi dan selalu berulang dengan alasan untuk mempertahankan kebhinnekaan/keberagaman yang ada di tanah air.

Pages