Catatan

Mengungkap tulisan opini dari mana-mana.

Islam Yang Membebaskan

Realitas masa kini, sesungguhnya membuat diri kita tak bisa sekadar menerima warisan masa lalu tanpa sikap kritis. Bukan hanya karena persoalan semakin gencarnya pertanyaan bernada menggugat terhadap peran agama. Lebih dari itu, realitas masa kini memendam banyak problematika kemanusiaan yang membutuhkan pemecahan. Beberapa ujicoba untuk melepaskan diri dari agama, nyatanya tak membawa manusia selain pada kegelisahan yang makin mendalam. Komunisme radikal yang coba diterapkan di Rusia dan negeri-negeri Eropa Timur, berakhir dengan kegagalan yang pahit.

10 Agenda Pembaharuan Budaya Indonesia

Pertama, mengganti budaya feodal dengan budaya egaliter.
Budaya feodalisme yang menghambat kemajuan harus dilawan dengan sikap dan kesadaran budaya egaliter. Sikap egaliter menempatkan manusia pada posisi setara, tanpa memandang status yang diperoleh karena keturunan, kekayaan, jabatan, pendidikan, suku, ras, atau agama. Sikap hidup yang memandang semua orang sama akan menjadi budaya pendukung nilai-nilai demokrasi dan semangat masyarakat madani. Kita harus mengembangkan pendidikan budaya sejak dini kepada anak-anak agar tumbuh sikap budaya egaliter yang menghargai sesama manusia.

Pancasila Bukan Thagut

Hingga kini, ternyata masih ada yang menentang Pancasila sebagai dasar negara. Mereka mengatasnamakan Islam untuk tindakannya itu. Mereka mengusung ide negara Islam atau khilafah Islamiyah. Islam harus menjadi dasar negara serta landasan hukum untuk kekuasaan dan pemerintahan. Maka, Pancasila dinyatakan sebagai thagut (berhala) dan harus ditentang.

Persamaan PKI dan PKS

Baik PKI maupun PKS berorientasi Internasionalis.

Menyingkat kata, saya akan uraikan persamaan antara Partai Komunis Indonesia (PKI) dengan Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

A. INTERNASIONALIS

1. Baik PKI maupun PKS berorientasi Internasionalis. Dahulu, PKI dianggap kepanjangan tangan Partai Komunis Uni Sovyet dan China. Meskipun Partai Komunis di dua negara itu berbeda dengan PKI. Demikian halnya dengan PKS merupakan perpanjangan tangan Ikhwanul Muslimin (IM) dari Mesir. Meskipun varian Ikhwanul Muslimin di berbagai negara tidaklah selalu sama. PKS mengambil IM varian Sa’id Hawwa faksi Qiyadah Syaikh.

Kisah Jilbab Diperbolehkan di Sekolah Negeri

Kalau melihat anak-anak muslimah zaman sekarang yang mengenakan jilbab ke sekolah-sekolah negeri, bahkan didapuk sebagai anggota pasukan pembawa Bendera Pusaka di Upacara Peringatan Proklamasi Kemerdekaan RI, perasaan saya campur aduk. Saya bersyukur sekaligus prihatin. Bersyukur karena mereka bisa mengenakan pakaian itu untuk menutup aurat, yang diyakini sebagai kewajiban seorang muslimah di sekolah-sekolah umum. Prihatin, karena sebagian siswi yang mengenakan jilbab ternyata kelakuannya tidak ada bedanya bahkan ada yang lebih parah dibanding mereka yang pakai tidak berjilbab.

Islam Anti Korupsi

Keberadaan korupsi sebagai penyakit sosial yang kronis di lingkungan birokrasi Indonesia, telah banyak disinggung orang. Korupsi telah menjadi persoalan sistemik. Korupsi tidak lagi masuk sekadar pada wilayah moral, tetapi menghunjam masuk ke inti sistem; korupsi telah menjadi bagian bahkan kerangka sistem yang selama ini terbangun. Korupsi merajalela dan menghinggapi hampir setiap orang yang masuk ke dalam sistem birokrasi, sebersih apapun dia pada awalnya.

Islamic State Dan Khilafah Islamiyah, Apakah Harus?

Belakangan, kita bisa menangkap gairah sebagian umat Islam di Indonesia untuk menyebarluaskan wacana Khilafah Islamiyah dan Islamic State (Negara Islam). Salah satu yang sangat bersemangat menggagaskan pendirian Khilafah Islamiyah adalah kelompok Hizbut Tahrir. Kelompok sejatinya berarti partai politik Islam, didirikan oleh Syaikh Taqiyyuddin al-Nabhani di Yordania pada tahun 1952. Di Indonesia Hizbut Tahrir masuk pada era 1980-an, lalu berkembang dengan basis penyebaran di kampus-kampus. Hizbut Tahrir mengemban misi kembalinya Khilafah Islamiyah ke tangan kaum Muslimin.

Pages