Catatan

Mengungkap tulisan opini dari mana-mana.

Hanya Gubernur Ahok Yang Punya Dana Rp. 5 Milyar per Bulan

Tak ada Gubernur di daerah lain yang punya dana operasional rata-rata hingga Rp. 5 Milyar per bulan kecuali Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama (AHOK). Dana operasional Gubernur ini adalah mutlak wewenang dan hak dari AHOK dalam menggunakannya untuk keperluan apapun juga terkait dengan pelaksanaan tugas sebagai kepala daerah.

Surat Terbuka Kepada “Badut Politik” Amien Rais

Hari Raya Idul Adha baru saja terlewati. Umat muslim di seluruh dunia, merayakannya dengan penuh riang gembira. Ada fenomena yang beda dengan perayaan Idul Adha kali ini. Dalam beberapa hari terakhir, publik, khususnya warga DKI Jakarta kembali diramaikan dengan materi khutbah yang disampaikan oleh Amin Rais ketika menjadi Khatib di salah satu masjid di Jakarta. Tepatnya, di Masjid Rumah Sakit Islam Sukapura, Jakarta Utara. Amin Rais mendengungkan dan menyerukan kepada jamaah yang hadir dalam masjid tersebut, agar tidak memilih pemimpin yang “tukang gusur”.

Anies Baswedan, Jadi Kutu Loncat, dari “Jokowi Man” Meloncat Menjadi “Prabowo Man”

Dua bulan yang lalu Anies Baswedan adalah Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (mendikbud) pada Kabinet Kerja yang dipimpin oleh Presiden Jokowi. Tetapi Anies Baswedan terkena reshuffle, ia dicopot dari jabatannya. Banyak pihak yang menyayangkan dicopotnya Anies Baswedan, karena ia dinilai cukup berhasil. Anies Baswedan sendiri juga dipandang sebagai tokoh muda pendidikan melalui gerakan “Indonesia Mengajar”. Ia mengirim banyak relawan guru ke daerah-daerah terpencil untuk mengajar rakyat yang tidak bersekolah dan tertinggal.

Pilkada DKI Perang Urat Syaraf Megawati dan SBY

JAKARTA (PIYUNGANONLINE) - PENGAMAT politik Maksimus Ramses Lalongkoe menilai Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta 2017 seperti perang urat saraf antara Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri dan Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yodhoyono (SBY).

Jaga Kebangsaan di Pilkada DKI

PEMILIHAN Kepala Daerah DKI Jakarta 2017 diharapkan berjalan demokratis, berkualitas, dan beradab. Pemilihan Gubernur DKI bukan ajang untuk memecah belah masyarakat dengan isu suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA), melainkan mengadu gagasan untuk ibu kota Jakarta yang lebih baik.

Peneliti Centre for Strategic and International Studies (CSIS) Arya Fernandes menyebut isu SARA dan kampanye hitam harus dihindari setiap pasangan calon yang berta­rung jika ingin memenangi pilkada. Pasalnya, masyarakat Jakarta sudah cerdas se­hingga tidak mudah terjebak isu SARA.

Gila! Gubernur Muslim boleh Korupsi asal untuk Bangun Masjid

Entah ini satire, sarkasme atau mengungkapkan fakta? Sebuah pendapat yang kontroversial dilontarkan oleh seorang akun bernama Gazali Rahman diakun sosial media miliknya. Pernyataan yang sangat menjurus kepada isu SARA itu pun langsung banjir komentar negatif dari para netizen. Mereka menganggap bahwa pola pikir seperti itu tidaklah benar karena tak sesuai dengan hukum yang berlaku di Indonesia.

Terbukti! Ormas-Ormas Garang Takut Buku, Takut Melihat Fakta Yang Tertulis

Apa yang ditakutkan dari sebuah buku? Pertanyaan ini mungkin menggelikan bagi sebagian orang. Tapi faktanya masih saja ada orang atau elemen masyarakat kita yang ketakutan akan hadirnya sebuah buku.

Negeri ini tidak asing lagi dengan peristiwa pelarangan buku. Orde Lama memberi kewenangan kepada militer untuk melarang buku-buku yang dianggap berbahaya. Pemerintah Orde Baru melarang buku-buku tentang komunisme dan marxisme.

Yusril Makin Ngaco, Mengutip ayat Al-Quran, Yang Ternyata Keliru

Keterangan Yusril Ihza Mahendra di sidang MK, Kamis (15/09)  membuat saya terjelengar. Sidang di Mahkamah Konstitusi itu lanjutan atas permohonan Basuki  Tjahaja Purnama (Ahok) terhadap UU Pilkada 2016 yang mewajibkan petahana cuti selama masa kampanye, yang bisa 4 bulan hingga 6 bulan.

Waspadalah! Tentara Salib Turun di Banten

Beberapa hari kemarin ada secuil keriuhan lagi dari kota Serang, Banten. Kali ini, baju seragam pasukan paskibra 17-an bikin ribut. Motif salib besar muncul di situ, konon katanya. Saya pun mengintipi foto mereka. Dan tampaklah di hadapan saya barisan berbaju merah dengan tanda palang putih di dada.

Pasukan Templar! Hahaha!

Filosofi Santri Agar Tak Mudah Jadi Pembenci

Sejak Pilpres 2014 hingga hari ini, orang Indonesia, terutama yang ber-KTP Facebook dan Twitter, sepertinya telah terkutub menjadi dua kelompok: pembenci dan pemuja. Isu apa saja bisa menggiring orang saling bermusuhan karena alasan kebencian. Tampaknya permusuhan warga ini akan masih berlanjut hingga tahun-tahun ke depan, setidaknya yang paling dekat hingga Pilkada DKI 2017. Permusuhan ini tampaknya akan makin memanas mengingat Mas Jonru baru saja merayakan sejuta pengikut di Facebooknya, #eh.

Pages