Catatan

Mengungkap tulisan opini dari mana-mana.

Kenapa SPBU Lebih Ramai Ketimbang Masjid?

Semenjak saya lumayan sering bepergian, terutama naik motor, saya baru ngeh ketika ingin berhenti untuk melakukan istirahat dan ibadah formallima waktu yang rutin dan memberatkan itu–tanpa aba-aba langsung menuju SPBU.

Apa sih itu SPBU?

Hidup Memang Tak Semudah ‘Cocote’ Mario Teguh

Beberapa waktu lalu, ada seseorang yang saya lupa siapa, berbagi sebuah foto di sosial media. Foto itu cukup populer di ranah online dan sering dijadikan materi perang gambar di berbagai forum onlinedi Facebook.

"Tax Amnesty" dan Singapura yang Kelimpungan

Undang-Undang Pengampunan Pajak atau populer disebut tax amnesty telah disahkan pemerintah dan DPR.

Dengan kebijakan ini, pemerintah akan memberikan ampunan kepada wajib pajak, baik yang di dalam maupun di luar negeri, yang selama ini menyembunyikan hartanya dari kewajiban membayar pajak asalkan mereka berterus terang menyatakan (deklarasi) kekayaan mereka yang sebenarnya.

Dengan mendapatkan pengampunan maka  seluruh pajak terutang, denda,  sanksi administrasi, bahkan pidana perpajakan sampai tahap penyidikan akan dihapuskan.

Bom Bunuh Diri Mati Syahid Atau Mati Sangit?

Sebagian orang menganggap aksi bom bunuh diri termasuk jihad fi sabilillah, dan pelakunya dikatakan sebagai orang yang syahid, bahkan banyak jama’ah dakwah yang menyeru anggotanya untuk berpartisipasi dan mendukungnya. Akan tetapi… di pihak lain, sebagian besar kaum muslimin bertanya-tanya : Benarkah aksi ini dikatakan sebagai bentuk jihad ? Apakah Islam membolehkan segala cara dalam semua ibadah termasuk cara-cara berjihad yang merupakan bagian dari ibadah?

Singapura Mulai Gelisah Dengan Tax Amnesty Indonesia

Pada sebentang peta dunia, Singapura hanyalah setitik noktah dan Indonesia adalah sejengkal skala.

Dari ujung Papua ke pinggir Sumatera, pesawat penumpang dengan kecepatan penuh menempuh tujuh jam penerbangan, sementara pesawat yang hendak mendarat di Changi harus berputar dahulu di udara Kepulauan Riau.

Negeri kecil tetangga itu, untuk sekadar memajukan bibir pantainya demi sepetak tambahan lahan, mendatangkan berkapal-kapal pasir dari halaman belakang Sumatera lalu menumpahkannya dengan hati-hati di sepanjang Marina. Begitu berlangsung berpuluh tahun.

Agar Islam Sukses Haruskah Membunuh Kafir?

Ketika Awloh menghadiahi gelar nabi pada Muhammad, Dia memerintahkan sang nabi baru ini untuk mencarikan sebanyak-banyaknya manusia beriteligensi rendah, yang hidup susah dan menginginkan surga dengan mudah. Muhammad pun dibekali dengan 87 buah surat Mekah.

Tentang Ideologi Kopar-Kapir

Sekarang lagi rame isu kopar kapir yang dilakukan oleh segerombolan orang dengan ideologi tertentu. Dan ternyata ideologi ajaib ini juga sudah menyebar bahkan menjangkiti dunia kampus yang katanya punya budaya intelektual itu, termasuk mahasiswa S2 kampus nomor satu di negeri ini. Tapi “Ideologi Kopar-Kapir” ini unik bin ajaib karena dilakukan oleh orang-orang yang ternyata gagal paham bahwa mereka sendiri sebenarnya termasuk korban produk kapir yang maha dahsyat dan cetar membahana itu yaitu :

Kasus Arcandra, Presiden Jokowi Harus Melakukan Evaluasi Ulang Personel Yang Membantu Pengambilan Keputusan di Istana

Polemik pemberhentian Menteri ESDM dan pembatalan keikutsertaan Gloriasebagai tim Paskibraka menegaskan paradoks kekuasaan. Semakin tinggi jabatan seseorang, maka akan semakin kecil keterlibatannya dalam mengontrol proses. Menteri Pemuda dan Olahraga secara jelas mengakui panitia rekrutmen kecolongan di tahap-tahap awal, karena status Gloria baru diketahui beberapa saat menjelang pengukuhan.

Arcandra Tahar Jangan Lelah Mencintai Indonesia

Entah apa kehendak Sang Maha Sutradara Kehidupan. Pada detik-detik proklamasi 17 Agustus 1945, kita dihadapkan dengan berbagai potongan dialog kebangsaan untuk direnungkan. Hari-hari menjelang peringatan 71 tahun kemerdekaan, ke-Indonesia-an kita ditantang, nasionalisme kita menghadapi pertanyaan. Muncul persoalan dwi kewarganegaraan mantan Menteri ESDM Arcandra Tahar, Gloria Natapraja Hamel, meski lalu ditutup manis dengan kado kemerdekaan berupa emas dari Olimpiade Rio de Janeiro yang dipersembahkan pasangan bukutangkis Tontowi Ahmad dan Liliyana Natsir.

Pages