Catatan

Mengungkap tulisan opini dari mana-mana.

Benarkah Agama Bukan Penyebab Teror?

Terorisme adalah penggunaan kekerasan untuk menimbulkan ketakutan sebagai usaha untuk mencapai tujuan. Teror biasanya dilakukan oleh orang atau kelompok sebagai kompensasi mereka yang kecil/sedikit dengan cara kekerasan untuk memberikan rasa takut kepada kelompok yang lebih besar. Latar belakang dan alasan orang atau kelompok melakukan teror berujung pada pilihan paling efektif untuk memaksakan dan mencapai tujuan.

Islam dan Demokrasi

 Topik tentang Islam dan demokrasi sebetulnya sudah lama diperbincangkan. Hal ini antara lain:

(1) karena umat Islam secara empirik selalu bersentuhan dengan pengalaman-pengalaman politik kenegaraan yang variatif 
(2) banyak yang percaya bahwa terdapat prinsip-prinsip yang tertuang dalam Alquran yang sangat bersesuaian dengan demokrasi. Ada tuntutan untuk menegakkan prinsip-prinsip ini dalam praktek politik negara dan pemerintahan 
(3) banyak juga yang menolak demokrasi karena diyakini tidak bisa dipertanggungjawabkan secara keagamaan.

Media sosial sarang teroris kekinian

Baru-baru ini Universitas Miami, Amerika Serikat melansir hasil penelitian yang mengejutkan. Penelitian itu memberikan gambaran massifnya Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) atau negara Islam Irak dan Suriah bergerilya dan menebar propaganda di media sosial. Baik melalui facebook, twitter, hingga WhatsApp. Mereka sadar betul, penyebaran virus radikalisme dan propaganda lebih efektif melalui media sosial dibanding cara konvensional seperti ceramah di masjid dan pondok pesantren.

Teroris karbitan dan amatiran

 Ivan Armadi Hasugian alias IAH (18) masuk ke gereja Santo Yosep, Medan, Sumatera Utara. Dia menggunakan tas ransel yang diduga berisi bom serta membawa sebilah pisau. IAH maju ke mimbar dan mencoba menyerang Pastor Albert Pandiangan (60) saat hendak memberikan khotbah. Aksi itu gagal setelah dugaan bom yang dibawanya lebih dulu meledak di dalam tas. IAH pun diringkus para jemaat kemudian diserahkan ke kepolisian.

Beginilah Jalan panjang pengampunan pajak di nusantara

Secara teori, suatu negara cukup sekali memberlakukan pengampunan pajak agar bisa menghasilkan dampak maksimal. Namun, dalam praktiknya, banyak negara yang menerapkan pengampunan pajak berkali-kali.

Sebagai gambaran, India telah membuat pengampunan pajak sebanyak 12 kali hingga 1997. Terbaru, Pemerintahan Narenda Modi memberi waktu empat bulan, terhitung sejak 1 Juni 2016, kepada warga India untuk meningkatkan kepatuhan pajaknya.

Bukan Mario Teguh Yang Munafik

Saat ini Mario Teguh sedang di kursi panas karena munculnya seseorang yang mengaku sebagai ANAK kandung tapi -katanya- tidak diakui oleh sang Motivator.

Kontan tokoh Salam Super ini dibully habis-habisan oleh Netizen. Banyak yang menggunakan istilah "MUNAFIK" ditujukan kepada beliau.

Munafik karena bisanya cuma kasih nasihat tapi tidak bisa ngurus hidup sendiri. Munafik ini, munafik itu, intinya "Mario Teguh Munafik" kata mereka.

Ketua DPP HTI : Orang Kafir Itu Diharamkan Allah SWT

Ada hal yang menarik dari pernyataan Ketua DPP Hizbut Tahrir Indonesia, KH. Rokhmat S. Labib saat di mintai pendapatnya terkait memilih pemimpin kafir pada Aksi “Tolak Pemimpin Kafir, Tolak Ahok” yang dihadiri ribuan peserta dari berbagai elemen masyarakat dan berbagai ormas Islam di Jl. Merdeka Barat – Jakarta Pusat. (4/9)

Surat Bung Hatta (Dibelokkan): Sumpah Pemuda Indonesia Keturunan Arab dan Bedanya dengan Keturunan Cinat

Imam Besar Front Pembela Islam (FPI), Al-Habib Muhammad Rizieq bin Husain Syihab mempublikasikan sebuah catatan dari Bapak Proklamasi Republik Indonesia, Muhammad Hatta, pada Selasa (9/8/2016).

Dalam catatan yang diunggah Habibrizieq.com, situs resmi milik Imam Besar FPI itu, dikemukakan tentang “Sumpah Pemuda Indonesia Keturunan Arab” pada tahun 1934.

Rakyat Kecil dan Tax Amnrsty

Oleh Erizeli Jelly Bandaro Ada dialog lewat messanger: " Pak, kenapa pada akhirnya Tax amnesty hanya nyasar rakyat kecil " " Siapa yang kamu maksud takyat kecil ? " Ya banyak rakyat ? " Rakyat mana ? " Ya rakyat kecil ? " OK. Kamu usaha sendiri atau bekerja ? " Saya kerja " " Sudah berkeluarga ? Berapa gaji kamu ? " Sudah. Punya anak 1. Gaji say Rp 5 juta." " Istri kerja?" " Ya. Gajinya Rp 3,5 juta. " Nah penghasilan kamu di tambah penghasilan istri masuk kelompok bebas pajak. Apakah kamu termasuk orang kecil ? " Oh saya sih engga merasa orang kecil. " " Nah, apalagi orang di bawah kamu.

Modus Pendukung Terorisme

SAY NO TO TERRORISM - Modus kelompok radikal pendukung teroris itu ketika bom Gagal meledak dibilang "Rekayasa", kenapa bawa KTP lah..

Tapi bila bom Sukses meledak, garansi 100% bakal langsung disanjung "mati Syahid", atau "jasad Wangi".

Modusnya kurang lebih meniru film MISSION IMPOSSIBLE yang dimainkan aktor Tom Cruise yang katanya mirip2 Ustad Abu Janda..

..yakni saat misi Gagal, maka IMF (organisasi induk) akan segera MEMBANTAH bahwa Tom Cruise adalah agen mata-mata, serta juga Membantah telah menugaskan misi.

SUDAH TERBACA MODUSNYA

Pages