Local Wisdom

Mengungkapkan kekayaan khazanah budaya Nusantara.

Misteri Nasib

Pengembangan Diri (PiyunganOnline) - Nasib Anda, disebabkan oleh apa yang Anda pilih dan Anda putuskan untuk Anda lakukan di masa lalu. Nasib dan keadaan Anda, adalah hasil dari cara berpikir, sikap, tindakan dan kebiasaan Anda sebelum ini. Tentu saja, hasilnya pasti berbeda, jika cara berpikir, sikap, tindakan dan kebiasaan Anda sebelum ini juga berbeda.

Jejak Cheng Ho di Palembang, Magnet Untuk Wisatawan Tiongkok

Sejarah Kota Palembang, Sumatera Selatan, tidak dapat dipisahkan dengan kisah Laksamana Cheng Ho, kasim Muslim yang menjadi orang kepercayaan Kaisar Yongle dari Tiongkok (berkuasa tahun 1403-1424), kaisar ketiga dari Dinasti Ming.

Sejak melakukan pelayaran mengelilingi dunia, Cheng Ho empat kali datang ke Palembang.
Perjalanan samudra Laksama Cheng Ho ini tidak hanya menyinggahi Palembang, tapi juga di Aceh, Batam, Palembang, Belitong, Jakarta, Semarang, Cirebon, Surabaya dan Bali.

Manajemen Diri: Kelola Marah

Kapan terakhir kali Anda marah? Mengapa Anda marah? Apa yang terjadi dengan wajah, urat leher dan jantung Anda? Dan apapula yang terjadi dengan korban kemarahan Anda? Anda pasti tahu, kemarahan selalu bersanding dengan keadaan yang buruk. Kemarahan, mempengaruhi tindakan hingga menjadi tak terkendali. Kemarahan juga melumpuhkan akal sehat. Bahkan kemarahan adalah sumber penyakit dan kematian. Terlebih jika kemarahan itu terpendam di dalam bathin. Kemarahan bisa berubah menjadi racun yang merusak sel-sel di dalam tubuh.

Makanan Sehat Pencegah Pikun

Kepikunan manusia, salah satu penyebabnya adalah penyakit Alzheimer. Ini bukan penyakit menular, melainkan sejenis sindrom yang menyebabkan otak tampak mengkerut dan mengecil, yang membuat penderitanya mengalami penurunan daya ingat atau pikun.

Situs dailymail.co.uk, mengungkapkan bahwa ternyata ada 10 jenis makanan yang dapat menurunkan risiko terkena alzeimer. Di samping situs itu juga menjelaskan 5 jenis makanan yang membahayakan otak.

Devi, Guru Berjilab Yang Mengabdi di Pedalaman

Devi Andriani, seorang guru perempuan muda berumur 23 tahun yang berkiprah mengajar anak-anak Sekolah Dasar (SD). Devi mengajar di SD Negeri 178 Simpang IV Suban di Kecamatan Batang Asep, Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Propinsi Jambi. Di SD tempat Devi mengajar ini, para murid berasal dari keluarga miskin petani, yang sering mengutamakan pekerjaan di ladang daripada sekolah anak. Tentu saja pengertian para orang tua murid ini tidak cukup sekedar dianggap salah, apalagi memang keluarga di sana sangat tergantung pada hasil bertani.

Pages