Pilihan

Berita pilihan untuk dimasukkan slideshow

Radikalis Agama Itu PKI Masa Kini, Berhati-hatilah!

Jaman sekarang untuk dapat gelar "PKI" sangat mudah.. tidak perlu baca buku Karl Marx, tidak perlu mengerti apa itu "Komunisme", cukup bela pemerintah bela pak Jokowi, garansi instan langsung dapat gelar "Komunis PKI"

Padahal sejak PKI dibubarkan, aparat hukum POLRI & TNI telah menetapkan PKI sebagai organisasi terlarang, ARTINYA: bila memang benar ada PKI, tidak perlu dikoar2kan pasti sudah ditindak POLRI & TNI Lucu bukan?

Waspadalah! PKI Modern Itu Melarang Mensholatkan Jenazah

Saya kehabisan kata. Benar seperti yang pernah dikatakan oleh Nabi Muhammad, diakhir zaman umatnya akan banyak, tapi bak buih dilautan. Tak berguna, tak ada ilmunya. 

Pilkada DKI benar benar menunjukkan nafsu duniawi. Gerombolan berbalut sorban dan gamis, meneriakkan nama Allah tapi menebarkan fitnah dan teror dengan berlindung dibalik ayat Allah. Massa yang tidak paham ilmu agama, membebek pada ulama suu', ulama jahat.

Fahri Hamzah Tokoh Makar Masa Depan

Jika masyarakat Indonesia ditanya “Apa yang dihasilkan DPR RI selama ini?”, jawaban mayoritasnya pasti mengatakan tidak tahu atau tidak jelas apa yang dikerjakan DPR kecuali yang berkaitan untuk kepentingan kelompok atau partainya. Contoh yang berkaitan dengan politik seperti revisi MD3 bisa selesai dalam kurun waktu yang sangat cepat, sedangkan berkaitan hidup orang banyak bisa dihitung dengan jari dalam waktu setahun dan hasilnya terkadang tidak jelas.

Akhirnya Fahri Hamzah dan Fadli Zon Tersandung Kasus Pajak

Adanya dua nama wakil ketua DPR, Fahri Hamzah dan Fadli Zon yang selama ini dikenal sebagai duet yang kompak dengan komentar nyinyirnya atas Jokowi, dalam berkas orang yang terindikasi terkena masalah pidana pajak, sangat menarik perhatian. Apakah ini berarti berlaku pepatah "sepandai-pandai Fahri Hamzah dan Fadli Zon melompat, akhirnya jatuh juga"?

Rizieq : Hary Tanoe BABI, Ahok Kutil Babi

“Itu semua karena Ahok. Ahok itu kutil babi. Mari kita bersihkan kota Jakarta dari bau babi. Bayangkan saja pelayanan masyarakat terbengkalai gara-gara si Ahok. Turunkan Ahok”, Ucap Rizieq. (24 Maret 2015 11:46)
Sumber :http://kriminalitas.com/geruduk-dprd-massa-fpi-tuntut-ahok-mundur/

Waspadai Hakim Akan Memberi Putusan Bebas Pada Ahok

Jika gelar persidangan terhadap Basuki Tjahaja Purnama atau akrab dipanggil Ahok, yang didakwa menodai agama dinilai penuh kejanggalan, tentunya ada persoalan yang melatar belakanginya. Pertama ketika gelar perkara di Bareskrim Polri dari ke 9 ahli pidana, 6 ahli mengatakan tidak ada unsur Pidana. Dan kedua dari 14 Jaksa yang menyusun dakwaan 10 Jaksa menyatakan tidak memenuhi unsur perbuatan Pidana. Demikian ungkap I Wayan Sudirta, salah satu anggota Tim Pembela Bhineka Tunggal Ika BTP.

Karena Sering Diejek Cina Kafir Akhirnya Sekeluarga Terpaksa Masuk Islam

Tak ada yang bisa memilih, kita akan lahir di rahim siapa, berkulit apa, dan dimana. Saya, 7 bersaudara:

6 Muslim, 1 Nasrani.

5 orang menikah dengan ‘pribumi’.

Ayah masuk Islam di usia 73 tahun, setahun sebelum meninggal. Ibu masuk Islam tahun lalu, di usia 79 tahun.

Ayah dan Ibu suku Tionghoa atau Anda sering menyebut dengan ‘Cina’. Saya dan keluarga tak pernah teriak, “Si Kafir itu…” kepada siapapun. Kenapa?

Mau nyimak cerita Ayah saya?

Menelusuri Jejak Kelam Tommy Soeharto

Nama Hutomo Mandala Putra mungkin sudah mulai perlahan dilupakan orang namun ketika disebut Tommy Soeharto, banyak yang masih ingat. Akhir-akhir ini namanya kembali mencuat ketika fotonya bertemu dengan beberapa pentolan GNPF MUI maupun Calon Gubernur DKI Anies Baswedan.

Rasulullah SAW Tidak Pernah Lagi Menyolatkan Jenazah Orang Munafik

Suasana Indonesia saat pilkada seperti ini memang selalu panas. Namun yang membuat atmosfer Indonesia, DKI Jakarta khususnya, lebih panas dari sebelumnya, adalah persaingan cagub dan cawagub yang salah satunya merupakan seorang non-Muslim. Tulisan kali ini tidak ingin membahas mengenai hukum memilih pemimpin non-Muslim karena rasanya hal tersebut sudah begitu banyak diulas di berbagai kesempatan. Yang ingin disoroti dalam pembahasan kali ini adalah kenyataan bahwa masih ada orang Islam yang memilih cagub non-Muslim dan reaksi sebagian muslimin yang lain menghadapi kenyataan tersebut.

Penista Agama Sebenarnya Siapa?

Tulisan ini masih seputar pilkada DKI Jakarta. Kini babak baru putaran kedua telah dimulai. Pilkada kedua kali ini menyisakan dua paslon, yakni Ahok-Djarot dan Anis-Sandi. Pasca penetapan akan adanya putaran kedua masing-masing paslon melakukan kampanye dengan cara masing-masing.

Jakarta sebagai peradaban paling maju dibanding daerah lain. Memiliki daya tarik yang kuat. Hingga tak heran kesibukan hinga kemajemukan tumpah  di sana. Seiring kemajemukan warga Jakarta mestinya menjadi tolak ukur bagi terjalinya hidup rukun dan toleran dalam keberagaman.

Pages