Revolusi Mental

Memberitakan ide-ide perbaikan mentalitas anak bangsa dari Presiden Jokowi, para pembantunya, mapun para pakar dan praktisi di bidang revolusi mental.

Gubernur Jateng Puji Revolusi Mental ala Daffa

SEMARANG (PIYUNGANONLINE) - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengapresiasi aksi Daffa, bocah sembilan tahun yang menghalangi motor berjalan di trotoar.

"Daffa adalah generasi muda yang waras dan sadar betul, bahwa itu (apa yang dilakukan) melanggar aturan," kata Ganjar, di Semarang, Kamis (21/4/2016).

Aksi bocah yang bernama lengkap Daffa Farros Oktoviatro itu pun bisa menjadi menjadi obat kerinduan pada perilaku tertib aturan, terutama berlalu lintas.

Dulu Bupati Kendal, Kini Jadi Takmir Mushala Lapas

SEMARANG (PIYUNGANONLINE) - Nasib seseorang bisa berubah sangat cepat.  Siti Nurmarkesi, yang pernah menjadi Bupati Kendal kini harus menghuni Lapas Wanita Bulu Semarang Jawa tengah.  Di sana ia menjalani tugas baru, sebagai takmir atau pengurus mushala.

Hal itu diketahui, saat Markesi dikunjungi oleh Bupati Kendal Mirna Anissa, Senin (18/4/2016).

“Alhamdulillah, sekarang saya sudah lebih tenang dan bisa pasrah kepada Allah,” kata Markesi, di hadapan Mirna.

Siapa Yang Kau Teladani Wahai Habib?

Ilustrasi

Beberapa waktu yang baru lalu ulama dan beberapa habaib ibukota berkumpul untuk memberikan dukungan kepada anggota DPRD DKI Mohamad Sanusi untuk maju sebagai calon Gubernur DKI. Dua minggu kemudian Sanusi tertangkap basah dan ditetapkan sebagai tersangka korupsi oleh KPK.

Kasus Suap M. Sanusi, Ahok: Saya Tak Merasa Dikhianati

JAKARTA (PIYUNGANONLINE) - Terkait dengan penetapan Presiden Direktur PT Agung Podomoro Land (Tbk) Ariesman Widjaja sebagai tersangka tersangka suap dalam pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) mengenai reklamasi Teluk Jakarta, Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaya Purnama (Ahok) tidak merasa dikhianati.

Ahok pun menyatakan cukup mengenal Ariesman Widjaja yang menyerahkan diri ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Jumat malam kemarin.

Ketua MUI Serukan Umat Islam dan Warga Betawi Berjihad Mendukung Gubernur Ahok!

JAKARTA (PIYUNGANONLINE) - Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat, Bidang Seni dan Budaya, KH Achmad Cholil Ridwan dengan menggebu-gebu membakar semangat umat Islam lewat orasinya dalam Parade Tauhid Nasional di Jalan Pintu Tujuh, Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta Pusat.

Salah satu orasinya adalah menyerukan kepada umat Islam, khususnya warga Betawi untuk berjihad mendukung Gubernur DKI Jakarta saat ini, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok bila kinerjanya bermanfaat untuk umat Islam.

Ketua MPR Sesalkan Pancasila Jadi Bahan Olok-olok

JAKARTA (PIYUNGANONLINE) - Sikap publik figur yang melecehkan lambang negara disesalkan Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Zulkifli Hasan. Pernyataan itu disampaikan menanggapi kelakar artis Zaskia Gotik yang kini menjadi perhatian publik.

Zulkifli mengakui saat ini banyak orang yang tidak lagi tertarik membicarakan soal pancasila, UUD 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan Bhineka Tunggal Ika yang belakangan dijadikan program edukasi oleh parlemen dalam Sosialisasi Empat Pilar.

Tags: 

Kenapa Oh Kenapa

Oleh Aldy Birawan

Kenapa ada generasi penerus seperti ini, mahasiswa yang berani menyerukan agar tampilan bangsa ini dirubah supaya mirip tampilan Arab?

Nampaknya misi mereka sudah berjalan dengan sangat mulus dan sukses.

Mereka harusnya paham betul bahwa budaya mencerminkan jati diri dan cara - ciri eksistensi suatu peradaban pada bangsa tersebut.

Tanpa adanya jati diri, bangsa ini tidak akan tahu arah tujuannya ke depan, bangsa ini hanya dijadikan seperti kerbau yg di cucuk hidungnya.

Bela Negara Bagian Dari Nafas Islam

Ilustrasi

Siapa tidak kenal Gus Dur? Seorang Ulama sekaligus pemikir Islam kontemporer. Dia lahir dari rahim NU, organisasi Islam terbesar di tanah air. Pemikiran seorang Kiai yang menembus batas-batas primordial. Dia adalah sosok pelindung empat pilar, NKRI, Pancasila, UUD 1945 dan Bhinneka Tunggal Ika.

Kita Bekerja Untuk Bangsa

Ilustrasi

Setiap pagi di Jabodetabek saja ada jutaan orang keluar rumah menuju tempat kerja. Ada yang menenteng tas berisi lapotop, map berisi dokumen, linggis dan cangkul, atau bertangan kosong. Ada yang naik mobil, bis, kereta, sepeda motor, bahkan naik truk atau berjalan kaki. Di seluruh pelosok negeri ada ratusan juta orang, melakukan hal yang sama. Pergi untuk apa? Bekerja. Untuk apa bekerja? Cari makan.

Bela Negara Untuk Tangkal Infiltrasi ISIS dan Jaringannya

Keberadaan kelompok radikal berlabel agama telah menjadi ancaman nyata.  Serangan di kawasan Jalan MH Thamrin Jakarta adalah salah satu indikasinya.  Berbagai komponen bangsa perlu lebih meningkatkan kewaspadaan keberadaan kelompok-kelompok ini.

Terkait dengan ini, Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu mengungkapkan beberapa solusi.

"Dulu kan sedikit, sekarang sudah tiga ribuan kalau dibiarkan akan bertambah, berbahaya itu," kata Ryamizard di Apel Kebhinekaan Lintas Iman, di Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Minggu (17/1/2016).

Pages