Revolusi Mental

Memberitakan ide-ide perbaikan mentalitas anak bangsa dari Presiden Jokowi, para pembantunya, mapun para pakar dan praktisi di bidang revolusi mental.

Adhyaksa Dault: Kenapa Saya Dibully SARA?

Denny Siregar, pengamat media sosial, membuat Surat Terbuka kepada Adhyaksa Dault terkait permintaannya agar Ahok masuk Islam.

Di antara yang ditulis oleh Denny Siregar adalah sebagai berikut:

“Lucu juga melihat pernyataan pak Adhyaksa Dault supaya Ahok masuk Islam.

Ini menunjukkan lawan2 Ahok sama sekali ga punya amunisi yang cukup untuk bertarung melawan dia. Isunya selalu diulang2. Seakan2 isu agama itu senjata yg efektif dan masyarakat tersadar bahwa, "Oh Ahok itu ternyata Kristen ya, baru sadar gua."

Kadin Nilai Positif Kebijakan Ekonomi Jokowi

Jakarta (PiyunganOnline) - Pengusaha yang tergabung dalam Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia melihat kondisi ekonomi yang dihadapi pemerintah saat ini tidak mudah. Namun, mereka menilai selama satu tahun pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi), kebijakan yang dibuat pemerintah telah berjalan baik.

Hadapi Manuver Eggi Sujana dan Mohammad Taufik, Ahok Tetap Tenang

Jakarta (PiyunganOnline) - Aktivis Eggi Sudjana mengajak pemuda-pemudi Jakarta "Tangkap Ahok" di hari Sumpah Pemuda 28 Oktober mendatang terkait pembelian lahan Rumah Sakit Sumber Waras yang bermasalah, 

Menurut Eggi, wacana "Tangkap Ahok" jangan hanya sekedar omong kosong tapi juga harus dilakukan dengan tindakan nyata.

"Kita jangan hanya berwacana disini harus ada aksi lapangan, kalau perlu Hari Sumpah Pemuda tanggal 28 Oktober nanti kita lakukan aksi "Tangkap Ahok" kata Eggi dalam diskusi, di kawasan Tebet, Jakarta Selatan, Selasa (20/10/15).

Mengaku Telah Bayar Mahal, Istri Gatot Pujo Nugroho Ingin Kasusnya Dimenangkan

Jakarta (PiyunganOnline) - Kasus yang melibatkan pengaca kondang O.C. Kaligis dan Gubernur nonaktif Sumatera Utara Gatot Pujo Nugroho memunculkan fakta-fakta baru.  Istri Gatot, Evy Susanti, mengaku telah membayar mahal kepada pengacara Otto Cornelis Kaligis dalam pengurusan gugatan di Pengadilan Tata Usaha Negara di Medan.

Tak Takut Kehilangan Dukungan Politik, Ahok Tetap Larang Pengajian di Monas

Jakarta (PiyunganOnline) - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama tetap bersikukuh melarang pengajian dan zikir di Monas.  Saat berbincang bersama pekerja profesional Indonesia di Singapura, ia membeberkan alasan kebijakannya itu.

Basuki mengaku telah menawarkan Majelis Rasulullah untuk menyelenggarakan pengajian di Masjid Istiqlal.

"Orang minta zikir di Monas saya larang, karena Bung Karno dulu bilang, kalau mau zikiran ya di Istiqlal," kata Basuki seperti dikutip dalam YouTube Pemprov DKI dan Basuki TP Tyo JB, Rabu (21/10/2015).

Indonesia Makin Mesra Bergandeng Dengan Rusia

Jakarta (PiyunganOnline) - Kerjasama antara Indonesia dan Rusia semakin erat.  Ini adalah bagian dari strategi Presiden Jokowi agar Indonesia tidak tunduk dan mengekor pada salah satu negara adidaya.  Tapi justru bisa berdiri sejajar dengan negara-negara besar dan melakukan kerjasama sinergis yang saling menguntungkan dengan negara-negara tersebut.

Kerjasama yang dilakukan mencakup banyak bidang.  Tapi ada 3 bidang yang paling strategis, yaitu kerjasama militer, energi nuklir dan pembangunan infrastruktur.

Kerjasama Senjata dan Militer

Lagi-lagi Terobosan Penting, Pasokan Gas Mulai Diprioritaskan Untuk Pasar Domestik!

Jakarta (PiyunganOnline) - Satu kritik di masa lalu dalam kebijakan energi nasional adalah memprioritaskan ekspor gas bagi pembeli dari luar negeri.  Kebijakan itu dinilai menghambat perkembangan industru nasional.  

Kini, di masa pemerintahan Jokowi-JK, kebijakan itu direvisi.  Pasokan gas untuk pembeli domestik benar-benar diprioritaskan.

Terkait dengan itu, Satuan Kerja Khusus Pelaksana Hulu Minyak dan Gas Bumi atau SKK Migas baru saja melaksanakan penandatanganan enam perjanjian penjualan gas bumi ke pembeli domestik.

Tetapkan Hari Santri Nasional, Bukti Presiden Jokowi Apresiasi Jasa Kaum Sarungan

Jakarta (PiyunganOnline) -  Hari Santri akhirnya ditetapkan oleh Presiden Joko Widodo pada setiap 22 Oktober. Penetapan Hari Santri ini dinyatakan melalui Keputusan Presiden Nomor 22 Tahun 2015 tertanggal 15 Oktober 2015. "Artinya, (penandatanganan ditetapkan) pada hari ini," kata Pramono Anung, Sekertaris Kabinet, di kantor Presiden, Kamis, 15 Oktober 2015.

JK: Saya dan Pak Jokowi Tidak Berbeda Kebijakan

Jakarta (PiyunganOnline) - Solidnya pemerintahan adalah kunci suksesnya pembangunan.  Maka, kekompakan Presiden dan Wakil Presiden, tentunya menjadi faktor penting.  Terkait dengan itu, Wakil Presiden Jusuf Kalla menyatakan bahwa dirinya tetap kompak dengan Presiden Joko Widodo dalam satu tahun pemerintahannya. Kalla membantah anggapan masyarakat bahwa ia dan Jokowi kerap berbeda pendapat.

Tags: 

Pages