Anies Babak Belur Jadi Gubernur Sampai Kapan Bertahan?

Saat kampanye Pilkada, Anies - Sandi sempat menandatangani kontrak politik dengan JRMK (Jaringan Rakyat Miskin Kota) dan Urban Poor Consortium (UPC). Gugun, Koordinator Advokasi UPC menyatakan bahwa rakyat miskin perkotaan tidak butuh sembako ataupun politik uang dalam memilih pasangan calon pada Pilkada DKI Jakarta. "Kami butuh tempat tinggal layak, dan butuh pendidikan berkualiatas untuk anak-anak kami. Pasangan Anies - Sandi memberikan bukti, memiliki perhatian lebih kepada jaringan rakyat miskin kota," kata Gugun di Kampung Bandan, Jakarta Utara.

Ucapan Gugun tersebut didasarkan pada rakyat miskin perkotaan yang sudah kecewa dengan kepemimpinan Ahok - Djarot lantaran kepemimpinannya tidak menjamin tempat tinggal, melainkan selalu menggusur rakyat miskin perkotaan.

Kontrak politik Anies - Sandi dengan JRMK tersebut berisi:

  1. Program hunian terjangkau untuk rakyat miskin.
  2. Perizinan usaha bagi pedagang kaki lima.
  3. Bantuan alih profesi bagi tukang becak.
  4. Perubahan tata ruang untuk perkampungan.
  5. Legalisasi lahan perkampungan.

Sampai di bagian sini saja aku sudah ngakak guling-guling saking gelinya. Sudah jelas Anies babak belur gara-gara kontrak politik yang dibuatnya sendiri. Dengan modal janji-janji manisnya, Anies akhirnya bingung dan kelabakan. Janji manis akhirnya hanya tinggal janji versinya Anies. Janji yang tak semanis harapan dan kenyataan yang ada. Hujatan mulai datang silih berganti. Emang enak Nies??? Wekekeke….. Entah ini karma yang harus Anies terima sehubungan dengan Ahok akupun tak tahu. Yang jelas apa yang kita tabur, itu juga yang akan kita tuai. Aku percaya itu. Gusti ora sare. Amin. Terpujilah Tuhan.

Sekarang mari kita bahas satu persatu. Sebetulnya akupun tak tega. Tapi kita memang harus membahasnya bersama.

Pertama soal hunian terjangkau untuk rakyat miskin. Baru-baru ini Anies meletakkan batu pertama pembangunan rumah dengan DP Rp 0 yang disebut sebagai rusunami bernama Klapa Village yang dibangun di Pondok Kelapa, Jakarta Timur.

Dalam artikel saya berjudul "Lebih Menguntungkan Mana, Rusunawa Ahok Atau Rusunami Anies?" (https://seword.com/umum/lebih-menguntungkan-mana-rusunawa-ahok-atau-rusunami-anies-rJN_8ulrf) sudah dibahas secara detail bahwa rusunami Anies kalah telak dibandingkan rusunawa Ahok. Di bagian ini jelas aku ingin mencolek Bang Gugun Koordinator Advokasi UPC yang sudah bicara panjang lebar di atas.

"Bagaimana Bang Gugun, enak jamannya Ahok toh." Hahahaha…..

Di bagian kebutuhan tempat tinggal layak, Gugun menyandingkannya dengan kebutuhan pendidikan berkualiatas untuk anak-anak Jakarta. Oke. Fine. Sekarang mari kita bahas soal pendidikan berkualitas. Banyak yang mengira di bagian pendidikan ini kinerja Anies pasti akan bersinar. Maklum, Anies dulu pernah menjabat sebagai Menteri Pendidikan di Kabinet Kerja Jokowi sejak 26 Oktober 2014 sampai 27 Juli 2016. Yup, jangan pernah lupakan juga bahwa Anies adalah Menteri Pendidikan yang terkena perombakan alias dipecat. Keren khan gelarnya, selain gelar "Gabener" yang sudah disandang Anies sejak hari pertama menjabat sebagai Gubernur DKI. Lagi-lagi ngakak.

Faktanya, baru-baru ini sejumlah warga Pisang Baru mengeluhkan hilangnya uang Kartu Jakarta Pintar (KJP), padahal sebelumnya dicek masih ada dananya. Berikut kami sertakan kesaksian dari ibu-ibu bernama Rubiah yang saldo kartu Bank DKI-nya tinggal menyisakan Rp. 22 ribu, padahal dia sama sekali belum mengambil dana KJP bulan itu. Kesedihan yang sama juga dialami Mariah yang anaknya bersekolah di SMK swasta. Saldo kartu Bank DKI-nya tinggal Rp. 13 ribu. Lebih tragis lagi Wati yang berprofesi sebagai pembantu rumah tangga. Saldo kartu Bank DKI-nya tinggal Rp. 2.500.

Nasib serupa juga dialami Ida. Sehari sebelumnya sudah Ida cek masih ada dana Rp1.326.0000. Tapi saat Ida belanja kebutuhan sekolah dan susu untuk anak-anaknya,ternyata tidak ada saldo tersisa. "Saya bener-bener gak percaya, saya sudah mengambil barang-barang kebutuhan taunya gak bisa dipakai. Saya penasaran, saya cek di mesin ATM, saldo Rp 0. Seumur-umur punya KJP saya gak pernah menyisakan saldo sampai habis," ujar Ida dengan emosi.

Berkualitaskah pendidikan yang terhambat dana seperti ini Pak Anies??? Tolong dijawab Pak. Sementara Bank DKI Matraman saat ditanyai kasus ini tidak bisa memberikan jawaban yang memuaskan. Petugas di sana bilang rekening diblokir. Dengan penasaran Ida mendatangi Suku Dinas Pendidikan di Rawa Bunga, Kampung Melayu. Ternyata di sana sudah ada ratusan orang mengantre dengan persoalan yang sama. "Tolong Pak Gubernur Anies bantu persoalan warga miskin seperti saya. Kalau dulu saya bisa langsung ngadu ke Pak Ahok atau SMS kemudian direspon, sekarang bingung kemana lagi mengadukan nasib warga miskin," tandas Ida dengan geram.

Nah loooo…… Ahok lagi… Ahok lagi….. "Gimana, masih enak jaman Ahok toh".

Sekarang mari kita lanjut ke point kedua, perizinan usaha bagi pedagang kaki lima. Tak perlu berbelat-belit, keadaan Tanah Abang sekarang ini sudah cukup untuk menjawabnya. Semrawut. Kacau balau. Amburadul. Memalukan. Keadaan Ibu Kota yang sudah rapi dan bersih di jaman Ahok - Djarot jadi kumuh lagi.

Kontrak politik macam apa ini Pak Anies??? Untuk menyenangkan pedagang kaki lima, dirimu mengorbankan pengguna jalan, pengguna trotoar, pemilik toko dan rumah di kawasan Tanah Abang.

 

Gara-gara semrawutnya Tanah Abang, massa sopir angkot trayek Tanah Abang siang tadi berdemonstrasi di depan Balai Kota menuntut Jalan Jatibaru Raya yang diperuntukkan bagi PKL dibuka lagi. Mereka menuntut kebijakan penutupan jalan di depan Stasiun Tanah Abang dicabut dan meminta bus TransJakarta yang mengitari kawasan Tanah Abang tidak lagi dioperasikan. Mereka mengeluh pendapatannya turun drastis.

Lucunya, beginilah tanggapan dari Anies, "Diobrolin, diobrolin. Nanti diobrolin, kita bicarakan baik-baik sama mereka. Yang penting adalah ini masa transisi. Kalau masa transisi, ekuilibrium baru, keseimbangan baru, selalu ada penyesuaian-penyesuaian. Ini fase penyesuaian, jangan buru-buru."

Duuhhh Tuhan. Cuma bisa bilang astaga melihat jawabannya Anies yang seperti ini. Mari fokus pada kalimat "Jangan buru-buru". Sebenarnya Anies ini punya perasaan atau tidak ya??? Jangan buru-buru bagaimana Pak??? Pendapatan mereka turun drastis, sementara mereka dan keluarganya harus makan tiap hari untuk menyambung hidup. Nyawa mereka bergantung sepenuhnya pada penghasilan hari itu juga. Jangan buru-buru dari Hongkong??? Di bagian ini dengan berat hati aku memang harus meminjam kalimat legendaris Ahok. "Jangan buru-buru pemahaman nenek lu!!!" Keterlaluan dirimu memang Nies. Kebangetaaaaannnn…….!!!

Aku benar-benar merindukanmu Hok. Aku yakin para ibu dan para sopir angkot yang tak berdaya itu juga sedang merindukan sosok Ahok saat ini.

Lanjut ke point nomer 3, bantuan alih profesi bagi tukang becak. Entah mengapa tiba-tiba perutku mules ya. Sudah jelas disebutkan "bantuan alih profesi bagi tukang becak". Semoga kita semua di sini masih ingat caranya berbahasa Indonesia dengan baik dan benar. Saya ragu sih sebenarnya, seperti kasus Ahok yang dituduh menistakan agama gara-gara 7 juta umat tidak bisa membedakan kalimat "Dibohongi Surat Almaidah 51" dan "Dibohongi pakai Surat Almaidah 51".

Keterlaluan sekali rasanya jika masih ada yang tidak paham apa maksud dari alih profesi. Dalam bahasa Indonsesia sehari-hari, itu artinya para tukang becak yang ada akan dicarikan pekerjaan lain yang lebih layak tentunya. Faktanya, Anies akan mengaktifkan kembali becak yang sudah dilarang sejak beberapa tahun lalu. Heloooowwwww..............

Aku sudah benar-benar kehabisan kata di bagian ini. Bagaimana bisa pejabat negara sekelas Gubernur DKI yang adalah mantan Menteri Pendidikan tidak mengerti arti kata alih profesi. Kasihan nenek lu jika harus dicolek-colek lagi.

Drama Ibu Kota masih akan terus berlanjut. Masih ada kontrak politik point ke 4, 5 dan lain-lain yang harus dilunasi Anies - Sandi. Entah kekonyolan apalagi yang akan dibuat oleh duo Gabener dan Wagabener ini akupun tak tahu dan tak tega membayangkannya. Ibu Kota oh Ibu Kota. Riwayatmu dulu dan kini.

Lagi-lagi terlihat jelas di mataku sosok Ahok yang sedang melambaikan tangan sambil berkata, "Bagaimana Jakarta, masih enak jamanku toh".

Sumber referensi:

https://www.arah.com/article/27848/ini-isi-kontrak-politik-anies-baswedan-dengan-warga-kota.html

http://www.bukakata.com/2018/01/uang-dana-kjp-raib-dari-tabungan-warga.html

https://news.detik.com/msite/berita/d-3827837/sopir-tanah-abang-demo-minta-jalan-dibuka-anies-nanti-diobrolin

https://tirto.id/kontrak-politik-anies-berbuah-proyek-cap-dan-becak-yang-kontroversi-cDio

Silakan klik link berikut untuk bisa mendapatkan artikel-artikel saya yang lainnya.

https://seword.com/author/jemi/

Thank you so much guys. Peace on earth as in Heaven. Amen.....

Jemima Mulyandari

I believe, if you work really hard and you are kind, amazing things will happen. 2 hours ago 7 min read 0

 

Kategori: