Anti Kekerasan

Oleh Erizeli Jelly Bandaro

Ahimsa atau ahiṃsā atau ahingsā (Devanagari: अहिंसा; IAST ahiṃsā) adalah sebuah istilah Sanskerta yang berarti "antikekerasan". Ahimsa merupakan bagian penting dari agama Hinduisme, Jainisme, dan Buddhisme. Konsep ini pertama kali digunakan dalam sebuah kitab Hindu yang disebut Upanishad, yang salah satu bagiannya berasal dari tahun 800 SM.. Konsep ini kemudian dijelaskan lebih lanjut di Bhagavad Gita, Puranas dan kemudian teks-teks Buddhis.

Konsep ini diperkenalkan kepada Barat oleh Mahatma Gandi. Insiprasi kemerdekaan India dari Inggeris karena gerakan Ahimsa ini. Bahkan beberapa orang berpendapat, gerakan anti-kekerasan yang dilakukan Gandhi memengaruhi gerakan kemanusiaan yang lain seperti gerakan Martin Luther King Jr yang berjuang menghapus perbudakan di AS. dan Nelson Mandela yang berhasil menjatuhkan rezim apartheid Afrika Selatan. Semua mereka di catat sejarah sebagai pemenang. Mereka berhasil merubah tatanan status quo tanpa kekerasan. Namun yang lebih hebat adalah menyadarkan orang pentingnya nilai niali kemanusiaan yang bertumpu pada CINTA.

Ketika Nabi bersama 1400 pasukan hendak melaksanakan ibadah Haji ke Makkah , Maka, Rasulullah mengutus Ustman bin Affan ke Mekah untuk menjelaskan tujuan tersebut kepada wakil pihak Musyrikin itu. Namun terdengar kabar bahwa Ustman telah di tahan dan bunuh. Ini memancing amarah pasukan Islam yang ketika itu sedang diatas angin karena pertempuran sebelumnya Umat islam di bawah pimpinan rasul selalu unggul. Namun bersegera pihak Musyrikin melepaskan Ustman dan meminta perdamaian. Nabi menerima perdamaian itu. isi perjanjian yang di kenal dengan Perjanjian Hudaibiyah sangat merugikan Nabi. Namun bila perdamaian dari musuh datang maka harus di terima walau itu sangat pahit. Selanjutnya berserah diri kepada Allah.

Sebagaimana kisah heroik yang sudah sudah dari kekuatan cinta, maka selalu indah pada akhirnya. Perjanjian Hudaibiyah itu membuat syiar Islam semakin berkembang, Kehidupan masyarakat aman dan damai. Pengiktirafan Rasulullah dan negara Islam di Madinah. Orang Islam dapat membuat perhubungan dengan kabilah Arab yang lain. Membuka jalan kepada pembebasan Mekah secara damai dari kekuasaan Musyrikin Quraisy. Benarlah, setelah 10 tahun berakhir perjanjian Hudaibiyah itu Nabi masuk kota makkah bersama 10.000 pasukan disambut oleh penduduk makkah dengan Cinta.

Anakku...Persatuan itu tercipta bukan karena dokrin dan idiologi tapi karena akhlak cinta. Agama mendidik kita dengan kelemah lembutan sebagai repliksi cinta. Hadapi sifat keras hati orang lain dengan kelembutan cinta. Hadapi para pembenci dan pengeluh dengan sabar. Karena kalau kamu keras juga maka mereka akan menjauh darimu maka syiar agama dan kebaikan mengabur. Berkumpul dan bersahabat lah Nak tanpa berharap apapun kecuali berharap ridho Allah. Bila ridho Allah yang kita tuju maka rahmat Allah akan sampai. Kamu akan menjadi sebaik baiknya yang Tuhan mau...Pahamkan sayang...

Kategori: