Festival Musik Tradisi Bangkitkan Jatidiri Bangsa

PARIGI MOUTONG (PIYUNGANONLINE) - Dirjen Kebudayaan, Kemendikbud sukses menggelar Festival Nasional Musik Tradisi (FNMT) 2016 selama dua hari pada 22-23 April lalu.  Ribuan orang memadati pinggir Pantai Kayu Bura, Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, saat menyaksikan . Acara yang diselenggarakan Subdit Kesenian,

Setiap provinsi dari 34 provinsi di Indonesia mengirimkan satu perwakilan kontingen untuk membawakan lagu daerah khas masing-masing. Uniknya, tiap kontingen mengemas lagu daerah dengan aransemen berbeda serta menggunakan alat musik khas setiap daerah.

Direktur Kesenian Kemendikbud Endang Caturwati menyatakan, festival ini digelar untuk memberikan ruang apresiasi bagi masyarakat. Juga sebagai salah satu upaya mendorong pembangunan sumber daya manusia di bidang seni musik. Khususnya untuk kategori usia anak-anak.

"Lewat acara ini akan mengukuhkan kembali kejayaan bangsa Indonesia sebagai bangsa bahari yang hidup di kepulauan," kata Endang dalam keterangan tertulisnya, Selasa (26/4/2016).

Lokasi acara sendiri sengaja dipilih di Sulawesi Tengah dengan tujuan untuk mempercepat pembangunan daerah tertinggal. Festival dibuka dengan penampilan ratusan anak SD se-Kabupaten Parigi Moutong yang menampilkan Tari Pamonte, Jumat 22 April sore. Tari Pamonte merupakan salah satu tarian tradisional yang cukup terkenal di Sulteng. 

Acara ini diawali dengan penampilan kontingen Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Para siswa perwakilan NTT membawakan karyanya dengan alat musik dari bambu betung, Ndoto. 

Kontingen lain yang hari pertama unjuk kebolehan adalah dari Sulawesi Barat, Banten, DKI Jakarta yang membawakan musik khas Betawi Gambang Kromong, lalu ada Maluku, Papua Barat, Kalimantan Timur, dan Kepulauan Riau.

"Saya sangat bangga terhadap para peserta ini, meskipun masih anak-anak tapi penampilannya sungguh luar biasa," ucap Endang di sela-sela acara.

Setelah dua hari festival berlangsung, lima kontingen pun dipilih dewan juri sebagai penampil terbaik. Mereka adalah kontingen dari NTT, Bengkulu, Sulawesi Utara, Yogyakarta, dan Sumatera Utara. 

Tak ada urutan pemenang karena kelimanya sama-sama mendapat predikat penampil terbaik. Selain penampil terbaik, Bengkulu juga meraih penghargaan sebagai kelompok terfavorit dengan karya mereka yang berjudul 'Belanang Kecik'.

Festival ini juga memberi penghargaan kepada kontingen yang membawakan musik terbaik. Ada 10 pemain dari 10 provinsi yang mendapat penghargaan anak berbakat.

Mereka adalah Dani Ahsan Nurrizky (DKI Jakarta), Wahyu Ferdian (Sumbar), Lisca Frensisca (Kalimantan Tengah), M Arfan Dwi Aryanto (NTB), Komang Dika Sanjaya (Bali), Marissa Debora (Riau), Rafly Ardhika (Gorontalo), Fetri Bilung (Kalimantan Utara), Satria Lagena (Banten) dan John (Papua Barat).

Selain itu ada pula penghargaan terhadap 5 penata musik terbaik. Untuk penampil terbaik diberi uang pembinaan masing-masing Rp8 juta, pemain musik terbaik Rp 4 juta, kelompok favorit Rp7 juta, dan penata musik terbaik masing-masing Rp6 juta.

Festival ini sudah digelar sejak tahun 1970 dan akan berlanjut setiap tahunnya. Kemendikbud menyatakan akan memberikan beasiswa bagi anak-anak berprestasi dalam bidang seni dan budaya ini.

(Sumber: MetroTVNews)

Kategori: