Front Pembela Katholik Minta Patung Dirobohkan

Tahukah anda bahwa terkadang berkat kontribusi jari telunjuk anda jugalah maka sebuah kejadian yang sebenarnya terjadi dalam skala kecil, justru intensitasnya membesar dan memicu reaksi dari gerombolan orang orang yang sebelumnya tidak tahu menahu dan terkait dengan kejadian awalnya.

Misal :
Sebuah akun palsu dengan jumlah pertemanan hanya 300 orang menulis status begini : "Di kota Gotham ada patung Batman setinggi 40 m berdiri mengalahkan tinggi puncak gedung katedral yang cuma setinggi 28 m disebelahnya. Ini sebuah pelecehan. Pendirinya tuan Bruce Wayne, orang kaya yang tak bergaul dengan tetangganya. Bahkan pak RT nya saja tak pernah jumpa dalam setahun terakhir. Diduga Bruce seorang LGBT karena cuma tinggal serumah dengan seorang pria pelayan tua."

Status tersebut dibaca oleh salah satu teman si akun palsu. Dicapture, dan dijadikan status oleh sebuah akun asli dengan jumlah teman 5000 dan follower juga 5000.

Sebuah fanpage bernama PSK Kliyengan membaca status tadi dan tertarik mengangkat isue tersebut ke FP yang punya members 800.000 orang lebih. Dapat like 8000 orang, share 800x. Dibaca 2 juta orang.

Berita itu didengar oleh FPK (Front Pembela Katholik), sebuah ormas yang pusatnya berjarak 300 km dari kota Gotham, yang kemudian mengirim ultimatum kepada pak Bruce agar merobohkan patung Batman atau akan diserbu oleh ratusan anggota FPK. Alasannya patung itu membahayakan iman umat Katholik, yang dikuatirkan bakal berpaling menyembah Batman ketimbang beriman kepada Yesus Kristus dan memuja Bunda Maria.

Warga Gotham heboh. Pastur di katedral Gotham jadi bingung. Mereka merasa tidak terusik dengan patung Batman yang didirikan oleh tuan Bruce. Kenapa orang lain dari luar kota jadi heboh, di sosial media juga heboh. Jemaat katedral bahkan sering selfie disitu.

Tapi berhubung intensitas isue ini sudah masuk skala nasional, bukan lagi isue lokal warga kota Gotham, akhirnya tuan Bruce pun merobohkan patung tersebut, demi menghindari kemarahan FPK. Sempat ada tawaran agar patungnya tidak perlu dirobohkan, cukup diselubungi dengan kain putih saja.

Tuan Bruce menolak. "Ini Batman bung, bukan pocong."

Coba lihat urutan kejadian tersebut diatas. Itulah kekuatan sosial media. Bergerak liar tanpa bisa diredam dan dibatasi. Terkadang berlaku "kriwikan dadi grojokan." Hal remeh temeh justru membesar akibat ulah telunjuk anda sendiri.

 Ari Wibowo

Kategori: