Gara-gara Tax Amnesty Melesat, Gerindra Tak Jadi Lengserkan Jokowi

JAKARTA (PIYUNGANONLINE) - Gara-gara tax amnesty yang melesat di luar perkiraan Partai Gerindra, mereka jadi ragu untuk mengagendakan melengserkan Jokowi. Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan rasa optimisnya terhadap kebijakan pengampunan pajak atau tax amnesty. Presiden menggarisbawahi tumbuhnya kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah, yang dinilainya merupakan hal yang lebih penting dibandingkan angka-angka yang dicapai.

"Saya sampai saat ini masih optimistis dengan program ini, saya bukan berbicara angka, saya memang tidak pernah bicara angka, yang paling penting adalah trust dari masyarakat terhadap pemerintah kelihatan ada," kata Jokowi.

Selain itu, lanjutnya, kepatuhan dan kesadaran masyarakat membayar pajak sekarang ini bergerak ke arah yang lebih baik.

"Sampai hari ini, paling tidak tebusan kita sudah mencapai Rp. 33 (triliun rupiah) lebih dan sudah lebih dari 90 ribu orang yang ikut tax amnesty," ucap Jokowi seperti dikutip dari laman Setkab.go.id.

Karena itu, Presiden Joko Widodo menilai bahwa kebijakan tax amnesty yang dilakukan di Indonesia merupakan salah satu kebijakan tax amnesty yang berhasil di dunia.

 "Saya baca ditulis di sini tax amnesty bergerak cepat dan aset deklarasinya sudah Rp1.029 triliun, dan ini merupakan satu dari sukses tax amnesty yang ada di dunia," kata Jokowi.

Sebelumnya diberitakan, Penerimaan dari program tax amnesty Ditjen Pajak Kementerian Keuangan baru hingga akhir Agustus 2016 baru mengumpulkan uang tebusan pajak sekitar Rp2,14 triliun. 

Menurut hitung-hitungannya, angka itu baru menjangkau 1,3 persen dari target pemerintah sebesar Rp165 triliun sampai akhir tahun ini.

 Menurut Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Arief Poyuono, mengukur penerimaan pajak lewat tax amnesty tidak akan mencapai target sangat mudah dan mustahil.  Penerimaan negara dalam APBN Perubahan 2016 pemerintah menargetkan sebesar Rp1.539,17 triliun, sekitar Rp165 triliun di antaranya ditargetkan berasal dari uang tebusan amnesti pajak.

Sedangkan realisasi penerimaan perpajakan sepanjang paruh pertama tahun ini baru terealisasi 34 persen atau Rp522 triliun. Capaian tersebut turun dibandingkan periode yang sama tahun lalu Rp535 triliun. 

"Jadi, sangat tidak mungkin target tax amnesty akan tercapai pada tahun lalu yang akan dilakukan oleh Menteri Keuangan adalah mengoptimalkan penerimaan dari wajib pajak yang punya usaha beromzet di bawah Rp5 miliar," kata Arief kepada wartawan, Senin (12/9/2016).

Menurut Arief, Jika program tax amnesty yang tinggal empat bulan lagi di term pertama hanya akan menghasilkan Rp10 triliun sampai Rp 16,5 triliun saja, sudah dipastikan defisit anggaran akan semakin melebar hingga melebihi pagu yang ditetapkan UU APBN.

Itu artinya, pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) mengalami kegagalan dalam pengelolaan keuangan negara dan tentu ada konsekuensinya dan bisa dilengserkan.

Akhirnya prediksi 'mengerikan' Gerindra bahwa target Tax Amnesty sangat tidak mungkin tercapai alias gagal total, harus dikaji kembali. Bahkan rencana ingin melengserkan Jokowi berantakan gara-gara Tax Amnesty yang melesat tertinggi di dunia itu.

Sumber: Setkab.go.id