Hebat! Umat Muslim Fiji Tidak Pernah Mengolok-olok Non Muslim

Siang hari 4 tahun yang lalu di salah satu perkampungan muslim Fiji, nama daerahnya Samabula. Aku makan siang di sebuah warung muslim Saab Halal Food. Letak warung ini persis di sebelah mesjid Samabula. Warung ini menjadi tempat berkumpul umat muslim Fiji.

Dalam obrolan singkat denganku, mereka menunjukkan rasa kagumnya dengan Islam di Indonesia. Islam di Indonesia terkenal tertib ibadah. Hal ini dikarenakan Islam di Indonesia mengikuti majab Imam Syafi'i yang selalu menekankan kaidah fiqih dalam beribadah. Akupun disalami, dicium pipi kanan dan kiri sambil mengucapkan "Assalamualaikum My Brother."

Tetapi tidak ada satupun kalimat gosip atau cibiran baik tentang umat non Muslim, sesama muslim apakah dia itu Syiah, Suni, Ahmadiyah atau lainnya. Yang ada justru semangat kebersamaan sesama Muslim yang beriman kepada Allah SWT dan meneladani Nabi Muhammad SAW. Tidak ada tuh pembicaraan tentang hal yang menimbulkan polemik tentang JILBAB atau tidak berJILBAB, bicarakan tentang bagaimana polisi Fiji dapat menangkap atau mengejar penjahat kalau pakai SULU (pakaian tradisional Fiji mirip dengan ROK)... Tidak ada olok-olokan yang tidak bermanfaat... Tidak ada itu ... Tidak ada..

Yang ada justru pembicaraan tentang bagaimana caranya kita sesama Muslim bersama-sama mensejahterakan umat Muslim, Saudara kita seiman baik melalui pendidikan dan perekonomian. Karena mereka sadar dan menyadari dengan mensejahterakan umat Islam lewat pendidikan dan perekonomian maka UMAT ISLAM TERBEBASKAN DARI KEKUFURAN...

Lihat awan terang dan tersenyum menaungi kalimat BISMILLAHI RAHMANI RAHIM yang tertera di tembok sebuah toko persis di depan Mesjid Samabula... Ini mencerminkan bahwa segala sesuatunya karena Allah SWT... Karena masih banyak hal bermanfaat yang dapat kita lakukan karena Allah SWT.

Stop bicara hal yang tidak perlu apalagi memperkeruh keadaan, kerja dan istiqomah dalam menjalankannya karena masih banyak saudara Muslim kita yang hidupnya tidak lebih baik dari kita.

Fiji yang jumlah umat Islamnya hanya 5% dari populasi penduduknya BISA.. mengapa Indonesia yang katanya umat Islamnya mayoritas bukan hanya TIDAK BISA malah saling gontok-gontokan....

itulah salah satu kehidupanku "BERSARUNG DIANTARA YANG BERSULU"

Almarhum Erwin Tui Caubati

Kategori: