Iramawati Oemar Penghina Jokowi Bersyukur Dipolisikan Karena Bisa Terkenal Munafiknya

Gerakan Pemuda Jokowi akhirnya melaporkan Iramawati Oemar, penulis sekaligus aktivis media sosial  ke Polisi karena menyebarkan Hoax dan kebencian kepada pemerintahan Presiden Jokowi melalui tulisan-tulisannya di akun Facebook miliknya.

Ira Oemar dilaporkan ke Polisi untuk memberikan pembelajaran hukum dan efek jera bagi dirinya dan kaum bumi datar lainnya yang kerap menebarkan kebencian dan Hoax dengan tujuan untuk menjatuhkan pemerintahan Presiden Jokowi yang sah dan konstitusional.

“Ini bukan sikap diktator atau anti kritik, tetapi penegakan hukum,” ujar Koordinator Gerakan Pemuda Jokowi, Hendra Suseno Wijaya. Presiden Jokowi sangat terbuka terhadap kritik dan harapannya memberikan solusi. “Yang terjadi saat ini bukan kritik, tetapi menghina Presiden Jokowi dan menyebarkan hoax,” ujar Hendra.

Setelah saya meluncur ke akun Facebooknya Ira Oemar ini saya temukan betapa aura kebencian terhadap pemerintahan Presiden Jokowi begitu kental terasa yang dibungkus dengan gaya bahasa yang mendayu-mendayu.

Saya tidak tahu apa salah Jokowi terhadap orang ini, semua tulisan-tulisannya bukan merupakan kategori kritik ke pemerintah, akan tetapi ujaran kebencian yang teramat sangat terhadap Presiden Jokowi dan pemerintahannya.

Dari akun Facebooknya Ira Oemar ini ternyata dia Alumni 212. Berikut ini dua akun Facebooknya yang dia gunakan untuk menyerang pemerintahan Presiden Jokowi dengan menebar Hoax dan ujaran kebencian.

https://www.facebook.com/Iramawati.Oemar 

https://www.facebook.com/IraOemar2017

Menyimak dari tulisan-tulisannya, Ira Oemar ini adalah penulis yang cerdas. Gaya bahasanya ringan dengan komposisi paragraph yang ramping. Mulai dari struktur menulisnya, alir dan diksi, sengaja dia tampilkan untuk menggiring para pembaca ke arah provokasi yang terselubung.

Tidak seperti para pembenci Presiden Jokowi lainnya yang melakukan penghinaan yang brutal terhadap Jokowi karena kapasitas otak mereka hanya setengah ons dengan kadar IQ level Pentium 1, Ira Oemar ini adalah penulis cerdas, yaitu cerdas merangkai kata dan memanipulasi fakta untuk memprovokasi para pembacanya.

Tulisan-tulisannya ibaratnya air yang jernih mengalir tenang di sungai yang bening, namun tanpa disadari ternyata air sungai yang jernih dan tenang itu mengandung sianida yang mematikan. Kini setelah dilaporkan Gerakan Pemuda Jokowi ke Polisi, baru dia mewek-mewek bawa-bawa nama Allah dan Ukhuwah segala seolah-olah mengalami penderitaan dan cobaan hidup yang teramat sangat berat. Sebelumnya kemana?

Sekalipun bawa-bawa nama Allah dan bawa-bawa nama FPI, GNPF-MUI, Bang Japar, dan Pengacara segala, memangnya bisa bebas dari jeratan proses hukum? Setiap laporan yang masuk ke Polisi tentu saja akan diproses oleh pihak Kepolisian apakah memenuhi unsur pidana atau tidak dengan melibatkan ahli bahasa dan lain sebagainya.

Proses hukum terhadap laporan yang masuk ke Polisi merupakan protap (Prosedur Tetap) Kepolisian, jadi percuma pamer dukungan dan bawa-bawa nama Allah dan Ukhuwah segala.

Ya begitulah sifat dasar manusia, disaat belum kena masalah, lupa daratan sampai gelap mata membabi buta, giliran kena masalah dilaporkan ke Polisi baru mewek-mewek mengeluarkan senjata pamungkas bawa-bawa nama Allah dengan topeng agama supaya dikasihani dan meraih simpati.

Yang begini ini tipe orang munafik. Jari yang sama melakukan fitnah yang keji, menebar Hoax dan kebencian, jari yang sama pula bawa-bawa nama Allah dan Ukhuwah segala. Otaknya dimana? Kapoknya kapan?

 

Argo

https://seword.com/politik/ira-oemar-penghina-jokowi-dipolisikan-kini-pa...

Kategori: