Kaum Penyembah Iblis Dan Pemuja Habib Setan

Jika ada orang yang mengaku beragama tetapi hobi melakukan tindakan intoleransi, kekerasan, radikalisme, dan terorisme;

Gemar meracuni orang-orang awam dan anak-anak bangsa tak berdosa dengan "ajaran-ajaran" kebencian, fanatisme buta, rasisme, dan etnosentrisme;

Senang menghujat dan mencaci-maki sesama umat hanya karena berbeda agama, etnis, atau bahkan ormas serta pemikiran dan tindakan keagamaan;

Bersuka cita melihat benih-benih permusuhan antarmanusia di masyarakat;

Riang gembira dan bahkan tertawa cekikian melihat bangsa terkoyak dan tercabik-cabik dalam konflik dan perpecahan;

Maka pada hakikatnya kalian adalah golongan "pemuja setan" bukan "penyembah Tuhan", umat "pembenci Tuhan" bukan "pecinta Tuhan".

Meskipun kalian mungkin saja berdandan "meniru-niru nabi" tapi hati kalian busuk, otak kalian kotor-njetor, akhlak kalian amburadul, dan perilaku kalian jat-mbejat, jauh dari apa yang dipraktikkan oleh para nabi yang mulia.

Jika kalian mengaku mencintai dan memuja Tuhan, maka kalian harus mencintai dan menghormati umat manusia sebagai sesama makhluk ciptaan-Nya. Apalah artinya mengaku-aku sebagai penyembah dan pecinta Tuhan jika kalian malah memusuhi dan beringas kesetanan dengan sesama umat manusia?

Selamat berefleksi dan berkontemplasi dengan hati dan pikiran yang jernih dan waras, bukan dengan hati dan pikiran yang kotor penuh kebencian dan nafsu keserakahan...**

Sumanto Al Qurtuby

Kategori: