Kesalahan Zulkifli Hasan {PAN} Soal LGBT

Ketua MPR yang juga merupakan ketua umum Partai Amanat Nasional (PAN), Zulkifli Hasan berbicara mengenai LGBT, yang disampaikan di Surabaya di hadapan ratusan peserta Tanwir Aisyah di Universitas Muhammadiyah, mendadak viral.

Mengapa statement sang ketum PAN sekaligus ketua MPR mejadi viral? Karena jelas ia mengatakan hal yang tidak jelas, dan membuat banyak miskonsepsi mengenai posisi lima partai dalam LGBT. Mari simak kalimat lengkapnya di bawah ini.

Kalau jaman dulu nilai-nilai begitu diagungkan, akhlakul karimah. Ibu ibu, sekarang ini masyaallah. Bahkan sekarang di DPR lagi ramai soal LGBT. Dulu di kampung saya, orang selingkuh itu aib. Sekarang ini minta diakui oleh negara, laki-laki pacaran sama laki-laki. Coba bayangkan. Dan dalam keadaan itulah, lama-lama juga diam. Perempuan boleh sama perempuan. Di DPR, keputusan MK kemarin ada UU pornografi lagi dibahas soal ini Bayangkan ibu-ibu, sudah ada 5 partai yang nggak apa-apa. Lima, lima.

Kesalahan pertama dari Zulkifli Hasan adalah ia mengatakan statement yang sangat sensitif, namun tidak menjelaskan dengan rinci. Sebagai seorang figur publik yang dikenal dan berpengaruh di khalayak ramai, Zulkifli Hasan (Zulhas) seharusnya bisa memberikan edukasi kepada orang-orang terkait statementnya. Akhirnya statement sesat ini beredar viral, dan membuat orang bertanya-tanya partai apa saja yang terkait.

Kesalahan kedua dari Zulkifli Hasan, ia mengatakan sebuah statement yang tidak jelas dan tidak berdasar terhadap sebuah fakta. Ia terlihat hanya mengarang-ngarang apa yang dikatakannya di dalam pertemuan tersebut. Tidak ada dasar yang jelas, mengenai kalimatnya. Sekali lagi, sebagai figur publik, ia tidak pantas mengatakan hal tersebut.

Dikonfirmasi terpisah, Zulhas mengatakan bahwa sudah ada lima fraksi yang menolak adanya LGBT, dan lima lagi belum menyatakan pendiriannya.

"PAN menyatakan ada 4 partai yang menolak (LGBT) plus PAN. Yang lima lagi belum ngomong," ujar Zulkifli Hasan saat dikonfirmasi, Sabtu (20/1/2018). Sumber kalimat Zulhas bisa diakses di sini.

Statement yang tidak jelas ini, ditanggapi oleh ketua DPR-RI, Bambang Soesatyo (Bamsoet). Bamsoet mengatakan bahwa sampai saat ini, belum ada pembahasan mengenai UU LGBT. Bamsoet pun menjelaskan dan mementahkan statement Zulkifli yang menyatakan bahwa ada lima partai yang belum menyatakan pendiriannya mengenai LGBT.

"Tidak ada pembahasan UU LGBT. Itu masuk dalam pembahasan RUU KUHP… Apalagi kita melegalkan, itu keliru. Semangatnya adalah menolak LBGT di tanah air," kata pria yang akrab disapa Bamsoet ini kepada detikcom, Minggu (21/1/2018). Sumber kalimat Bamsoet bisa diakses di sini.

Sudah jelas bahwa pernyataan Zulkifli Hasan mengundang kontroversi. Lesbian, gay, biseksual, dan trans-seksual alias LGBT, cenderung membawa kegaduhan. Orang lekas bereaksi dengan kasus LGBT, karena isu ini sangat sensitif.

Reaksi sensitif terjadi manakala MK menolak memasukkan LGBT dalam pasal perbuatan asusila di KUHP. Publik lantas bereaksi dan menganggap MK menolak mempidanakan LGBT. Bahkan ada yang berkomentar MK pro LGBT.

Keputusan MK menolak uji materi dari sisi legal konstitusional sebenarnya tidak salah dan bahkan sudah tepat. Karena ini bukan urusan MK, melainkan urusan pembuat undang-undang, yakni DPR dan pemerintah.

Celaka duabelas, ternyata pernyataan Zulkifli mengenai 5 fraksi yang mendukung LGBT adalah keliru! Bahkan Golkar dan PDI-P mengatakan bahwa di dalam pembahasan mengenai RUU, tidak ada pembahasan mengenai LGBT. Nah, jadi data dari mana yang Zulkifli katakan? Apakah pembisiknya salah membisiki orang ini?

Apakah ini merupakan jurus dewa mabuk masuk tahun politik? Apapun motivasinya, Zulhas akan berhadapan dengan Akbar Faisal, orang yang berperan besar dalam menjebloskan Jonru ke penjara! Bagaimana cara Akbar Faisal membuat bulu kuduk Zulkifli Hasan berdiri? Selengkapnya…

"Kami (fraksi-fraksi DPR) tidak ada sama sekali (keinginan) dengan apa yang dia katakan. (Pernyaaan) itu sangat tidak patut untuk dikatakan hanya untuk kepentingan jangka pendek, ini menyesatkan… Saya memahami betul apa yang diinginkan oleh Pak Zulhas ini, pasti ada kepentingan pencitraan bagi partai politiknya… " kata Akbar dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Senin (22/1). Sumber statement Akbar Faisal bisa diakses di sini.

Betul kan yang saya katakan?

hysebastian
Si awam yang mau berpikir sampai ke awan. Twitter dan Instagram @hysebastian Terbuka untuk diskusi via disqus maupun e-mail. hysebastian.seword@gmail.com. Kumpulan tulisan: https://seword.com/author/hans-sebastian/

Kategori: