Klarifikasi Polisi dan Banser Rembang Bungkam ‘Kebusukan’ Provokasi dan Fitnah FPI Soal Pelucutan Paksa Seragam Laskarnya

Rembang, PiyunganOnline – Di media sosial, akun bernama Front Pembela Islam – FPI memosting status ‘”POLISI REMBANG LUCUTI ATRIBUT FPI SECARA PAKSA’. Polisi membantah, hanya menyebut massa beratribut FPI diminta ganti pakaian muslim.

Dalam postingan dituliskan “(BREAKINGNEWS] DPD FPI Jateng diundang Pondok Al Anwar Rembang pondoknya Mbah Moen untuk ikut membantu pengamanan acara pondok bersama Banser NU, Tapi di perbatasan Rembang Pagi ini semua atribut FPI disita secara paksa oleh aparat kepolisian yang dipimpin oleh kapolres dengan alasan dititipkan ke kapolsek. dan kapolres secara arogan bilang: Pengamanan adalah tugas polisi. Saya tidak mau rembang ada atribut FPI. Atribut FPI tidak boleh masuk wilayah Rembang.

Postingan tersebut kemudian dibagikan oleh akun Facebook Cak Gio ke Group Info Seputar Rembang – ISR. Dalam grup tersebut, postingan menuai banyak komentar.

Hari ini memang ada acara Haul Mbah Yai Zubaer, ayahanda Mbah Maimun Zubaer di Ponpes Sarang Rembang. Sejumlah orang beratribut FPI datang. Jubir FPI Slamet Maarif mengatakan, FPI Jateng diundang Pondok Al Anwar Rembang pondoknya Mbah Moen untuk ikut membantu pengamanan acara pondok bersama Banser NU. Tapi di perbatasan Rembang, semua atribut FPI disita secara paksa oleh aparat kepolisian yang dipimpin oleh kapolres dengan alasan dititipkan ke kapolsek.

Ini negara hukum Pak, silakan tunjukkan pasal mana, undang-undang apa yang melarang memakai atribut FPI?” kata Slamet.

Kapolres AKBP Sugiharto dilansir detik.com mengklarifikasi hal tersebut. Sugiharto mengatakan, justru pihak Polres Rembang memfasilitasi para personel FPI dengan pakaian muslim baru.

“Atribut yang dikenakan oleh para anggota FPI yang datang ke Rembang kami minta untuk melepasnya, kemudian kami ganti dengan baju koko baru. Itu bukan melucuti, tapi kami mengganti,” ujar Sugiharto, Jumat (9/6).

Kapolres mengaku pihaknya sebelumnya telah mendengar kabar rencana kedatangan personel FPI ke Rembang untuk mengikuti pengajian Haul Kyai Zubair di Pondok Pesantren Al Anwar Sarang. Guna mengantisipasi kejadian yang tidak diinginkan, polisi mengimbau FPI tidak ikut datang ke Rembang.

Pada Jumat pagi, pihak kepolisian mendapati lima unit mobil berisi penuh rombongan personel FPI datang ke Rembang lengkap dengan atributnya.

“Belum tentu warga Rembang bisa menerima kedatangan tersebut, kami khawatir timbul gesekan. Sehingga inilah bentuk antisipasi kami,” imbuhnya.

Sementara itu Banser Rembang juga membenarkan langkah polisi dan tidak ada pelucutan paksa seperti yang disebutkan. Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Rembang menyampaikan hal-hal guna klarifikasi, seperti berikut;

1. Bahwa pengamanan acara haul Mbah Zubair, ayahanda KH Maimoen Zubair Sarang, adalah tugas rutin Banser, sebagai khidmah atau pengabdian kepada ulama.

2. Bahwa pengamanan acara haul tersebut dari waktu ke waktu oleh Banser juga merupakan permintaan dari pihak keluarga KH Maimoen Zubair.

3. Bahwa tidak ada pengamanan bersama antara Banser dengan FPI pada acara haul yang dilakukan pada hari Jumat 9 Juni 2017, tetapi pengamanan bersama haul Mbah Zubair yang melibatkan Banser, Polri, dan TNI di Kabupaten Rembang.

4. Bahwa jika FPI memanfaatkan situasi dengan mengaku melakukan pengamanan bersamaa pada acara haul tersebut, maka itu tidak benar alias hoax.

5. Bahwa Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor

Kabupaten Rembang mendukung upaya-upaya pihak kepolisian dan TNI setempat dalam menciptakan keamanan, ketertiban, serta kondusivitas wilayah di
Kabupaten Rembang dari tumbuh kembang ormas radikal.

Demikian klarifikasi ini. Terimakasih.
Rembang, 14 Ramadan 1438 / 9 Juni 2017

Pimpinan Cabang GP Ansor Kabupaten Rembang

M Hanies Cholil Barro’ (Ketua),
Pujianto (Sekretaris)Dan Zaenal Arifin (Kasatkorcab Banser)

Tak ada efek negatif dalam kejadian ini. Acara haul berlangsung lancar.

Kategori: