Love and Hate

“… Dan janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap sesuatu kaum, mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat kepada takwa…”
QS. Al Maa-idah 8

Al-Hasan Al-Bashri rahimahullaah berkata,
“Hendaknya kalian mencintai jangan berlebihan dan membenci tidak berlebihan. Telah ada orang-orang yang berlebihan dalam mencintai satu kaum akhirnya binasa. Ada pula yang berlebihan dalam membenci satu kaum dan mereka pun binasa.”

Umar bin Al-Khaththab radhiyallahu 'anhu berkata, “Wahai Aslam, janganlah rasa cintamu berlebihan dan jangan sampai kebencianmu membinasakan.” Aslam berkata, “Bagaimana itu?” Umar radhiyallahu 'anhu berkata,
“Jika engkau mencintai seseorang, janganlah berlebihan seperti halnya anak kecil yang menyenangi sesuatu dengan berlebihan. Jika engkau membenci seseorang, jangan sampai kebencian menimbulkan keinginan orang yang kamu benci celaka atau binasanya.”

Dari hadits Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, Rasulullah shalallahu 'alaihi wa salam bersabda, “Cintailah orang yang kamu cintai sekadarnya. Bisa jadi orang yang sekarang kamu cintai suatu hari nanti harus kamu benci. Dan bencilah orang yang kamu benci sekadarnya, bisa jadi di satu hari nanti dia menjadi orang yang harus kamu cintai.”
(HR. At-Tirmidzi no.1997)

Benci pada rekan, benci pada ulama yang berbeda kelompok, benci pada yang beda tempat ngaji, benci pada saya, itu mah hak setiap orang, hati masing-masing ga bisa dipaksa, tapi tetep 'kebenciannya' harus adil.

Jangan sampe kita yang rugi kelak.

Benci pada perbuatan salah, kalo memang salah ya salah.
Tapi jangan kejauhan mengolok-olok apalagi fitnah.
Apalagi kalo ternyata justru kitalah yang salah gimana? Nasi udah jadi bubur. Fitnah udah terlanjur tersebar.

Ingat hari hisab.
Sayangi diri sendiri.

Inni uhibbukunna fillaah
❤ bunda kaska

Kategori: