Peristiwa Persekusi Rasial di Jonggol Padahal MERAMPOK?

 

PiyunganOnline.co - Beberapa waktu lalu, beredar sebuah pesan berantai menyebar melalui Whatsapp terkait warga bernama Sim Tek Sun alias Sulaiman. Dalam pesan itu disebutkan adanya perampokan yang menimpa Sulaiman pada 24 Desember 2017, lalu. Semua barang milik korban dibawa pelaku termasuk peralatan makan.

Pesan berantai itu sampai juga ke pihak kepolisian.  Kasubag Humas Polres Bogor, AKP Ita Puspitalena mengatakan, kasus tersebut saat ini sedang ditangani oleh aparat kepolisian Polsek Jonggol.

Kepolisian Sektor (Polsek) Jonggol sendiri menjelaskan bahwa kasus tersebut bukan perampokan seperti yang dituduhkan, melainkan kasus  sengketa kepemilikan lahan di Jalan Lapangan Bola Jepfah RT 001/001, Desa/Kecamatan Jonggol seluas 3.000 m2, yang ditinggali Sulaiman.

Nah, tanah itu digugat dengan bukti kepemilikan bersertifikat hak milik. Sementara Sulaiman juga mengklaim, karena tinggal sudah bertahun-tahun tetapi tidak memiliki bukti otentik.

Sebetulnya, keduanya sudah difasilitasi pihak kelurahan setempat, Bhabinkamtibmas dan Babinsa. Selain itu dilakukan mediasi sebanyak tujuh kali. Dalam mediasi disepakati, Sulaiman bersedia pindah dengan catatan disediakan rumah pengganti.

Namun, rupanya Sulaiman  berubah pikiran dan ingin mempertahankan aset yang diklaimnya. Hingga pada Sabtu (23/12/2017) kediaman Sulaiman didatangi beberapa orang untuk mengosongkan kediaman Sulaiman.

Saat pengosongan, diduga ada upaya perlawanan sehingga terjadilah penganiayaan yang menyebabkan anak Sulaiman bernama  Yanes luka. 

Jika ada yang menyebut peristiwa itu sebagai persekusi terhadap warga keturunan dan bersifat rasis, Agus membantahnya. Sebab,  kedua pihak yang bersengketa ini sama-sama keturunan (Tiongkok).

Sementara itu, Kapolres Bogor, AKBP Andi M Dicky Pastika,  Senin,  (1/01/2018) juga membantah adanya tindakan persekusi dan perampokan terhadap Sulaiman.  "Tidak benar ada perampokan, persekusi, soal SARA dan lainnya. Kami sudah cek ke lapangan, barang-barang yang disebut dirampok masih ada," jelas Andi.

Saksi-saksi yang dimintai keterangan oleh pihak kepolisian juga menyebut tidak ada indikasi perampokan. Barang-barang Sulaiman yang diklaim dirampok, dipindahkan ke tempat Lili, kerabat Sulaiman yang tak jauh dari lokasi tempat tinggal Sulaiman.

Meski demikian, Sulaiman sudah melaporkan tindakan yang tak menyenangkan itu ke Kepolisian Sektor Jonggol pada 23 dan 24 Desember 2017. Polisi sudah menindaklanjuti laporan itu dengan mendatangi rumah Sulaiman dan meminta keterangan saksi. Namun polisi tidak bisa melangkah lebih jauh karena Sulaiman belum bersedia memberi kesaksian. Polisi kemudian mengagendakan pemeriksaan pada Rabu (3/01/2018), lusa.

 Adapun surat yang beredar secara viral di Whatsapp, sebagai berikut :

*PERNYATAAN PERS*

KEJADIAN PERAMPOKKAN, PENGANIAYAAN SERTA PENGRUSAKKAN TERHADAP KELUARGA BPK. SIM TEK SUN Alias SULAIMAN
PERISTIWA TERJADI DI  JL. LAPANGAN BOLA JEPRAH RT. 001 RW.001 DESA/KELURAHAN  JONGGOL KABUPATEN BOGOR PROVINSI JAWA BARAT

Telah terjadi perampokkan disertai penganiayaan di kediaman Bpk. Sim Tek Sun alias Sulaiman yang adalah warga keturunan Tionghoa yang beralamat di Jl. Lapangan Bola Jeprah Rt. 001 Rw. 001 Desa/Kelurahan Jonggol Kabupaten Bogor Provinsi Jawa Barat.

Perampokan, penganiayaan dan pengrusakkan tersebut dilakukan oleh lebih dari 20 orang pria dewasa. Akibat kejadian tersebut keluarga Bpk Tetsun alias Sulaiman mengalami trauma dan juga mengalami luka fisik akibat pemukulan yang dilakukan oleh para penjahat tersebut.

Di saat kejadian terdapat anak-anak, wanita hamil, pemuda remaja dan orang tua yang sedang sakit-sakitan.

Para penjahat tersebut menjarah semua harta termasuk surat-surat penting seperti ijazah  milik semua anak  Bpk Tetsun alias Sulaiman.  Penjahat tersebut hanya menyisakan pakaian yang melekat dibadan.

Pada saat kejadian tindak kejahatan itu berlangsung tidak ada satupun aparat keamanan setempat dan juga perangkat desa yang  datang untuk mengamankan lokasi tersebut. Padahal lokasi kejadian tidak jauh dari kantor desa dan juga kantor kepolisian.

Peristiwa kejahatan ini terjadi di siang hari dan di tonton oleh semua masyarakat setempat.

Koordinator penjahat tersebut yang bernama OO alias Oyan sempat berteriak di depan mereka “ Silahkan kamu lapor ke Polsek dan kamu pasti tidak akan dilayani oleh Polsek” kata-kata itu ditujukan kepada semua anggota keluarga Bpk. Tetsun alias Sulaiman.

Memang diisaat kejadian tanggal 23 Desember 2017,  Anak Bapak Tetsun bernama Yanti sempat berlari memohon bantuan Polsek setempat dan melaporkan kejadian, tapi sayang semuanya tidak ditanggapi dengan serius oleh aparat kepolisian setempat.

Kejadian ini menjelang hari besar umat Kristen dan dilakukan sebanyak dua kali dalam hitungan jam. Kejadian pertama adalah perampokan dan penganiayaan yang di lakukan tanggal 23 Desember 2017.

Kejadian kedua adalah pengrusakkan dan penganiayaan yang dilakukan tanggal 24 Desember 2017.

Adapun rincian waktu dan uraian peristiwa sebagai berikut :

Pada tanggal 23 Desember 2017 pukul 16:15 wib datang lebih kurang 20 orang pria dewasa yang dikomandoi oleh orang yang bernama OO atau Oyan, mereka memaksa masuk kerumah menjarah dan membawa pergi semua barang-barang milik Bpk Tetsen Alias Sulaiman dan mereka juga memukuli semua anak Bpk Sim Tek Sun alias Sulaiman, baik anak yang lelaki dan juga yang perempuan, termasuk  anak yang perempuan didorong dan diseret oleh para penjahat tersebut.

Pada tanggal 23 Desember 2017 pukul dengan didampingi oleh LBH Samudra Keadilan yang adalah kuasa hukum keluarga bpk Sim Tek Sun alias Sulaiman melaporkan peristiwa tersebut kepada Polsek Jonggol.

Pada tanggal 24 Desember 2017 pukul 09:19  kembali  datang  lebih kurang 20 orang pria dewasa yang dikomandoi oleh orang yang bernama OO atau Oyan membongkar atap rumah kediamanan Bpk Sim Tek Sun alias Sulaiman dan juga menganiaya pemilik rumah bpk Sim Tek Sun alias Sulaiman sampai mengalami luka sobek di kepala dan luka jahitan di kaki.

Pada  tanggal 24 Desember 2017 dengan didampingi oleh LBH Samudra keadilan mendampingi  bpk Sim Tek Sun alias Sulaiman melaporkan peristiwa pengrusakkan dan penganiayaan  tersebut kepada Polsek Jonggol (copy laporan polisi terlampir).

Sampai dengan kronologis ini dibuat belum ada pergerakan dari Polsek Jonggol unkuk menangkap para pelaku kejahatan ini, padahal para penjahat tersebut masih berkeliaran di seputar kediaman Bpk Sim Tek Sun alias Sulaiman.

JAKARTA, 28  Desember 2017

Opa Jappy (Hp : 08181XXXXX)

Puspa Sari, SH  (Hp. 08778858XXXX)

 Netty Sitompul, SH (Hp :0812955XXXX)

 *Dgn memperhatikan kondisi keluarga korban yg tsk dapat dikatakan keluarga kaya Raya, utk sementara disimpulkan motif pelaku bukanlah​ perampokan murni, tetapi lebih bersifat persekusi yg dilandasi kebencian rasial*

Kategori: