Surah Al-Kafirun Mengucapkan NATAL Itu Menyembah Yesus

Geli rasanya membaca debat kusir di grup2 tentang hukum muslim mengucapkan selamat hari Natal. Yang paling lucu adalah ketika banyak yang mengeluarkan surah Al Kafirun sebagai dalil untuk mengharamkan, "Untukmu agamamu, untukku agamaku" dan "Aku tidak menyembah apa yang kamu sembah, dan kamu bukan penyembah apa yang aku sembah.".

Pertanyaannya, kenapa urusan mengucapkan selamat Natal saja sampai masuk ke ranah yang sejauh itu (dan tidak nyambung pula). Sejak kapan mengucapkan selamat hari Natal kepada sahabat Nasrani artinya kita ikut menyembah Tuhan yang mereka sembah? Toh ketika mereka mengucapkan selamat hari raya Idul Fitri pun saya tahu mereka tidak ikut menyembah Tuhan yang saya sembah.

Bahkan ketika saya mengucapkan selamat makan pada seseorang, saya tidak harus ikut makan kok. Ketika saya mengucapkan selamat menikah pada seorang kawan lelaki, saya tidak ikut mencumbu istrinya tuh (itu haram bagi saya tapi halal bagi dia). Ketika saya mengucapkan selamat dikhitan pada seorang anak, masa "barang" saya juga harus dipotong? Dan mungkin kalau saya mengucapkan selamat pada seorang teman atas kelahiran anaknya, apa saya juga harus mengklarifikasi bahwa bukan saya yang bikin gitu?

Stoplah berpikiran jumud! Coba tanya pada Prof. Quraish Shihab bagaimana para Syaikh Al Azhar di Mesir pada setiap Natal mengunjungi para pendeta Kristen Koptik, memberi hadiah, dan mengucapkan selamat Natal. Coba lihat setiap hari Natal pemimpin tertinggi Iran Sayyid Ali Khamenei mengunjungi rumah2 keluarga martir beragama Nasrani dan mengucap selamat Natal.

Apa mereka melanggar ayat surah Al Kafirun "Untukmu agamamu untukku agamaku"?

Sama sekali tidak! "Untukmu agamamu" berarti untukmu keyakinanmu, syariatmu, dan ibadahmu. Mengucapkan selamat pada orang lain untuk menjalani apa yang diyakini 'syariat' agamanya justru adalah perwujudan dari ayat tersebut. Kita mengucapkan selamat untuk mereka, bukan untuk diri sendiri. Bukankah bunyi ayatnya "Untukmu agamamu" bukan "Untukmu agamaku"?

Yang tidak boleh itu adalah mengucapkan selamat Idul Fitri kepada mereka, karena itu jelas bertentangan dengan "Untukmu agamamu untukku agamaku". Masa orang Nasrani diberi ucapan untuk agama kita? Ya beri mereka ucapan sesuai agama mereka lah. Mikir!

Saya ucapkan selamat merayakan Natal untuk semua sahabat saya yang beragama Nasrani.

(kang zein)

Kategori: