Trik Gerindra Melawan Jokowi Hanya Bisa Menunggangi Islam Radikal Doang

Pertemuan antara Habib Rizieq Shihab dengan Wakil Ketua DPR Fadli Zon dinilai sangat kental dengan aroma politik.

 

Tersangka kasus pornografi itu kini seakan mendapatkan dukungan politik untuk menghentikan kasusnya. Gerinsra melalui Fadli Zon berusaha menyerang pemerintah menggunakan sosok Rizieq dan Front Pembela Islam sbg upaya menarik simpati umat islam agar terbentuk opini bahwa Gerindra bersama islam bersatu dengan menghembuskan fitnah ala tipu2 Saracen bahwa Jokowi dan PDIP itu PKI agen komunis agar dibenci rakyat.

 

“Ini permainan GERINDRA lawan presiden,”

 

Sebagai teror awal menuju pilpres 2019 karena hanya ini kesempatan terakhir Prabowo maju sbg capres setelah 3 kali terkapar sebagai PECUNDANG Sejak 2004.

 

Kemenangan pilgub DKI dgn propaganda Islam lewat jualan ayat yg dimakelari Saracen akan mjdi reuni manis di pilpres mndatang.

 

Dan sdh bisa saya tebak, Gerindra sdh pasti akan melakukan politik ala Saracen Jilid 2 yaitu menungganggi ormas radikal islam sbg pendukung Islam dan bela islam lalu melemparkan umpan FITNAH ALA SARACEN dengan menyebarkan propaganda Jkwi Komunis antek PKI. Pro PKI dan agen PKI. Hal itu sdh terlihat jelas dan mencolok.

 

Serangan pertama kepada Jokowi adalah melalui hak angket KPK. Lalu dibuat strategi baru, yaitu gerakan radikal islam yang mestinya diberantas, tapi malah didekati oleh Fadli Zon.

 

“Seakan-akan Rizieq dapat amunisi untuk merasa benar, padahal posisi dia itu tersangka pidana dan DPO NEGARA.

 

Sekarang GERINDRA melebarkan manuver politik dari semula menyerang KPK, sekarang mulai memperkuat lawan presiden melalui ormas radikal,”

 

Pertemuan ini sebagai langkah Fadli yang mewakili Gerindra untuk menebar ancaman kepada Joko Widodo pada pemilu 2019 mendatang.

 

“Ini dalam rangka memperkuat dan merangkul Islam radikal demi mengganggu suara Jokowi di pemilu mendatang,” itu pasti...

 

Teguh Santoso

Kategori: