Arab Saudi

Astagafirullah! Staf rumah sakit di Arab Saudi mogok karena belum digaji

 RIYADH (PIYUNGANONLINE) - Staf satu rumah sakit di bagian timur Arab Saudi mogok kerja pada Senin (19/9) karena gaji mereka belum dibayar.

"Kami mogok," kata seorang perawat di Saad Specialist Hospital di kota pesisir Al Khobar kepada kantor berita AFP melalui telepon.

"Kami belum menerima gaji selama tiga setengah bulan," kata dia tanpa menyebut nama karena takut dipecat.

Seorang petugas keamanan rumah sakit juga mengatakan kepada AFP bahwa "para dokter dan perawat mogok kerja." 

Syiah-Sunni di Tanah Suci Berebut Islam

 
 

Iran dan Arab Saudi seakan ditakdirkan untuk menjalani hubungan yang keruh. Dua negara itu tak hanya dipisahkan oleh dua wajah Islam—Syiah dan Suni— tetapi juga dua kutub sikap politik yang berbeda. Sesekali keduanya bertemu di medan laga lewat kepanjangan tangan aliansinya masing-masing. Tahun ini, ketegangan dua kekuatan besar di Timur Tengah itu kembali menyeruak: terkait penyelenggaraan ibadah haji.

Heboh! Arab Saudi Memfasilitasi Praktek Homosexual

Berbicara tentang manusia, tidak bisa terlepas dari seksualitas, karena cara manusia berkembang biak adalah melalui hubungan seksual yang mempertemukan sperma dengan sel telur.  Hebatnya, aktifitas seks bagi manusia (dan beberapa satwa) tidak hanya sekedar untuk melanjutkan keturunan, tapi juga untuk kesenangan.

 

SISI GELAP ARAB SAUDI: NARKOBA, ALKOHOL, dan PESTA SEKS

SAUDI (PIYUNGANONLINE) - Pangeran Saudi dan empat orang lainnya dilaporkan telah ditangkap di Libanon, Senin, 26 Oktober 2015, setelah pihak berwenang menemukan lebih dari dua ton obat-obatan terlarang, termasuk kokain dan amfetamin jenis Captagon, dalam peti yang dimuat di pesawat jet pribadinya.

Gawat! Terorisme Usik Ketenangan Beribadah di Arab Saudi

RIYADH (PIYUNGANONLINE) -- Kerajaan Arab Saudi menaikkan kewaspadaan dan pengamanan di berbagai masjid untuk melindungi jamaah yang beribadah. Ini menyusul beberapa serangan teroris mengincar masjid-masjid dan jamaah di dalamnya dalam beberapa waktu terakhir. 

Konsultan yudisial Arab Saudi, Sheikh Saleh Al-Luhaidan, menyatakan pemikiran menyimpang—termasuk terorisme dan ekstremisme—harus diselidiki secara sains dan psikologi. Tindakan pengamanan harus dilakukan untuk menghapuskan masalah ini sejak awal dan mencegah pemikiran-pemikiran demikian merasuki masyarakat Arab Saudi.

Hei Kafir, Kalo Lu benci Arab Ngga Usah Sholat Ngadep Ka'bah

Gw copaskan dialog "ringan tapi barokah" gw 2 jam yang lalu di inbox: (dengan sedikit perbaikan ejaan)

-SENSOR-: 
Hei kafir, kalo lu benci Saudi ga usah sholat ngadep ka'bah ga usah haji ke mekkah. Semua itu punya Saudi. Lu solat aja ngadep karbala. Allah sudah menentukan makkah, madinah, masjidil haram ada di Saudi, umat islam wajib mencintainya.

Saya: 
Ok karena ini hari libur, maka anda sedang beruntung karena saya punya waktu lowong untuk menjawab:

KTP Arab Saudi Tak Cantumkan Kolom Agama

Ilustrasi

Saya kira Indonesia perlu mencontoh Arab Saudi dalam hal peniadaan kolom agama di KTP. Mungkin tidak banyak yang tahu kalau "KTP" penduduk Saudi itu tidak ada kolom agamanya. Beberapa kali saya mengecek "KTP" para kolega dan murid-murid Saudi-ku untuk memastikan tentang hal ini. Karena itu, saya mengajak pemerintah, ulama, dan umat Islam pecinta Saudi di Indonesia khususnya untuk mencontoh kebijakan politik "per-KTP-an" kerajaan ini.

80% Mahasiswa Saudi Suka Pakai Casual daripada Jubah

Ilustrasi

Sejak mengajar di Saudi, saya selalu memperhatikan tentang tata-busana para mahasiswaku yang 99% beretnik Arab. Menariknya mayoritas mahasiswa menggunakan pakaian casual (jins, kaos, kadang2 celana pendek). Karena penasaran, saya pun mengembangkan survei tentang pakaian ini dan hasilnya lebih dari 80% dari mereka memang lebih suka memakai "pakaian casual" ini daripada gamis atau "jubah" (thawb) dalam kehidupan sehari-hari.

Pakaian gamis baru dipakai kalau ada acara resmi di kampus, ngantor, menjadi duta universitas, even2 nasional, atau kalau melakukan ibadah salat.

Anggota DPR RI Melakukan Pembohongan Publik Saat Naik Haji

Jakarta (PiyunganOnline) - Setelah membuat heboh dengan perjalanan ke Amerika Serikat dan menghadiri konferensi calon Presiden Donald Trump. Anggota DPR kembali membuat heboh dengan rumor undangan khusus Raja Arab Saudi yang memberikan Haji Gratis untuk mereka.

Rombongan anggota DPR yang bakal ikut adalah:
 

Pages