Densus 88

Darurat Paham Radikal, Keluarga Harus Jadi Penangkal

Saya punya teman yang cukup dekat dan sudah dianggap keluarga sendiri. Sejak ibunya meninggal, ia pindah ke kota lain sehingga kami jarang bertatap muka. Beberapa tahun kemudian, kabar kurang baik mengangetkan saya: teman saya tersebut di-drop out oleh kampusnya gara-gara tidak aktif mengikuti perkuliahan. Nilainya pun di bawah rata-rata. Menurut ayahnya, ia sering mengikuti pengajian kelompok tertentu hingga ke luar negeri, seperti Malaysia, Thailand (Pattani), dan Pakistan. 

Kapolri: Siyono Orang Penting Jamaah Islamiyah

JAKARTA (PIYUNGANONLINE)- Siyono adalah orang penting di struktur Jamaah Islamiyah (JI). Demikian penegasan Kepala Polisi Republik Indonesia Badrodin Haiti. "Dia termasuk di dalam struktur (JI). Pastilah dia orang penting di sana," ujar Badrodin di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Senin (4/4/2016). Detasemen Khusus 88 Antiteror Polri, lanjut Badrodin, telah mengidentifikasi Siyono sejak lama. Sebab, dia diduga terlibat aksi terorisme di tanah air.

Berdamai Dengan Terorisme, Waraskah?

Ilustrasi

Atas nama kemanusiaan, saya berduka untuk Siyono. Terduga teroris asal Jawa Tengah yang meninggal dunia. Tapi ada beberapa hal yang mesti dicatat, pertama, kita tidak tahu proses penangkapan terduga. Apakah Siyono melawan? Jika iya, harus dipahami, pasukan khusus itu ahli dalam melumpuhkan target. Dengan satu-dua pukulan telak bisa sangat berbahaya. Perlawanan justru akan mengakibatkan kematian.

Terduga Teroris Ditangkap Densus 88 Di Solo

 

Solo (PiyunganOnline)  - Setelah melakukan secara intensif, densus 88 akhirnya berhasil menangkap 2 terduga teroris berikut barang bukti beberapa bom rakitan yang siap pakai.Kabag Penum Mabes Polri Kombes Pol Suharsono membenarkan adanya 3 orang yang diduga pelaku teroris, mereka warga Semanggi, Kecamatan Pasar Kliwon, Solo, Rabu (12/8/2015) . Ketiganya adalah Yus Karman, 38, warga Kampung Losari; Sugiyanto, 35, warga kampung Mojo; dan Ibadurrahman, 20 warga Kampung Mojo

Pages