jokowi

Ustadz Bangsa itu Bernama Jokowi

Lama2 masih teringat saat beliau menolak pembongkaran pasar tradisional solo utk dijadikan pasar modern, 
gubernur jateng saat itu Bibit Waluyo, 
mengatakan walikota goblok, Jokowi hanya tersenyum,
pada pilkada periode kedua beliau menang 93% kalau tidak salah, 
itulah hasil tertinggi pilkada selama masa reformasi. 

Tidak lama setelah itu beliau menjadi gubernur dki dan 1,5 thn kemudian menjadi presiden RI ke 7.

Hidup Fadli Zon di Era Jokowi Semakin Susah

Jakarta, PiyunganOnline - Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon mengatakan ada kesamaan pandangan antara Partai Gerindra dan Partai Demokrat usai kedua Ketua Umum Partai itu saling bertemu di kediaman SBY, Cikeas, Bogor, Jawa Barat, beberapa waktu lalu

“Kita melihat, chemistry ada, kesamaan pandangan terhadap situasi yang kita rasakan,” kata Fadli di DPR, Jakarta, Senin (31/7/2017).

Amien Rais Batal Pimpin Aksi 287 Karena Sakit Pikunnya Kumat

Jakarta, PiyunganOnline - Mantan Ketua MPR RI Amien Rais, batal menjadi pemimpin aksi 287 yang menolak adanya Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) Nomor 2 Tahun 2017 tentang organisasi masyarakat, karena adanya faktor kondisi kesehatan, konon pikunnya kumat.

Karena kondisi kesehatan Amien yang menurun karena usia tua, membuat Amien Rais tidak bisa bergabung dengan massa aksi 287 yang dimonitori Akumni 212.

Skenario Baru Para Khilafer Gulingkan Jokowi

Selama hampir tiga tahun berkuasa, publik sadar bahwa Jokowi yang sipil, berulang kali dicobai untuk dilengserkan. Namun untuk sementara Jokowi gagal dilengserkan. Ke depan, tanpa taktik dan strategi jitu dan dukungan kuat dari masyarakat, Jokowi mungkin berhasil dilengserkan.

Menilik ke belakang sejak Jokowi memimpin negeri ini, ada optimisme luar biasa dari rakyat banyak. Kemenangannya pada Pilpres 2014 itu titik awal keseimbangan baru dalam menetralisir pengaruh kroni oligarki bisnis dan kroni khilafah. Kedua kubu inilah yang akhir-akhir ini bersatu untuk melengserkan Jokowi.

Jokowi Disasar Kudeta, Gatot Offside, Kalla Bermain Api

Sejak menjadi Presiden, Jokowi memang sasaran empuk untuk dikudeta. Jokowi yang berlatar belakang sipil, dipandang remeh lawan-lawannya. Di kalangan militer, Jokowi dihargai karena kejujuran dan kesederhanaannya. Namun ia bukanlah sosok yang disegani, apalagi ditakuti. Jejak menakutkan Jokowi ala Duterte misalnya, tak ditemukan.

Presiden Jokowi NGAMUK Akan Sita 7000 Trilyun Lebih Hasil Kejahatan yang Disimpan di Swiss

JAKARTA (PIYUNGANONLINE) - Presiden Jokowi ngamuk untuk membongkar semua kejahatan masa lalu yang merugikan negara ini, sebab pendanaan uang segar untuk membangun Indonesia harus segera terwujud kembali. Pemerintahan Joko Widodo sangat luar biasa dalam menjalin hubungan bilateral dengan dengan negara didunia. Dana yang di luar negeri akan dibongkar, diangkat dan ditarik ke Indonesia. Negara Swiss adalah negara yang menggunakan system tax heaven namun bisa ditaklukkan oleh seorang Joko Widodo berkat kecerdasannya.

Luar Biasa! Jokowi Masuk Daftar 4 Besar Pemimpin Dunia Paling Disukai

Banyak pemimpin dunia yang kini menggunakan media sosial untuk berinteraksi dengan rakyatnya. Selain untuk ajang interaksi, media sosial juga digunakan oleh presiden, perdana menteri, atau keluarga kerajaan untuk memperkenalkan program-programnya.

Berdasarkan studi yang dilakukan Burson-Marsteller, Presiden Amerika Serikat Barack Obama merupakan kepala negara yang paling disukai di media sosial, khususnya Facebook.

Anies Baswedan Ngawur, Program Sungai Bersih Itu Sejak Sutiyoso Sudah Ada

JAKARTA (PIYUNGANONLINE) -  Ketika Anies usai meresmikan posko 'Jakarta Pilih Anies Sandi' (JAKPAS), di Jalan Bekasi Tinur IX, Jatinegara, Jakarta Timur, Jumat (30/9) memilih untuk meneruskan program-program kerja gubernur sebelumnya apabila dirinya terpilih untuk memimpin DKI Jakarta 2017 mendatang. Sebab menurutnya, sebagian program-program tersebut sudah baik dan harus tetap di lanjutkan.

Filosofi Santri Agar Tak Mudah Jadi Pembenci

Sejak Pilpres 2014 hingga hari ini, orang Indonesia, terutama yang ber-KTP Facebook dan Twitter, sepertinya telah terkutub menjadi dua kelompok: pembenci dan pemuja. Isu apa saja bisa menggiring orang saling bermusuhan karena alasan kebencian. Tampaknya permusuhan warga ini akan masih berlanjut hingga tahun-tahun ke depan, setidaknya yang paling dekat hingga Pilkada DKI 2017. Permusuhan ini tampaknya akan makin memanas mengingat Mas Jonru baru saja merayakan sejuta pengikut di Facebooknya, #eh.

Pages