Ketua BPK korupsi

Tiga Alasan Ketua BPK Harus Mundur

JAKARTA (PIYUNGANONLINE) - Direktur Centre For Budget Analysis (CBA), Uchok Sky Khadafi mendesak para pejabat yang terlibat skadal “Panama Papers” untuk mundur dari jabatannya. Hal itu untuk menjaga marwah lembaga yang dipimpinnya.

“Nama-nama yang disebut dalam Panama Papars sangat memalukan. Bagi pejabat yang disebut-sebut seperti Ketua BPK Harry Azhar Azis dalam skandal Panama Papers sebaiknya mundur saja,” ujar Uchok di komplaks parlemen Senayan Jakarta, Rabu (20/4).

Inilah, Kebohongan Ketua BPK

Satu lagi kebohongan Ketua BPK terbongkar. Saya tidak mau panjang kali lebar lagi... Silahkan lihat gambar diatas. Ini saya copas ya... Kepada wartawan, Harry mengaku bahwa perusahaan Sheng Yue International Limited dibuat atas permintaan anaknya.

Sebelumnya, Harry mengaku memiliki dan mendirikan perusahaan di Panama usai menikahkan anaknya dengan warga Chili. Namun sejak 2010, Harry tidak menjabat selaku direktur utama perusahaan. Namun, menurut katadata: Harry menjabat direktur di Sheng Yue International Limited dari 2010 hingga Desember 2015.

Benarkah Panama, Negara Paling Bahagia di Dunia?

JAKARTA (PIYUNGANONLINE) - Meski bukan negara yang asing di telinga, kenyataannya nama Panama tidaklah terkenal sebelum skandal Panama Papers yang saat ini sedang ramai dibicarakan publik seluruh dunia termasuk di Indonesia.

 Padahal, negara dengan tersebut memiliki beberapa fakta menarik, termasuk pernah mendapat predikat sebagai negara paling bahagia di dunia.

1. Panama adalah satu-satunya tempat di dunia di mana Anda dapat melihat matahari terbit di Pasifik dan ditetapkan pada Atlantik.

Dijual Warganya di eBay Karena Terlibat Panama Papers

 ISLAMABAD (PIYUNGANONLINE) - Apakah rakyat Indonesia akan menirunya? Lantaran namanya disebutkan dalam Panama Papers, PM Pakistan dijual warganya di situs belanja online eBay.

Muncul laman di situs tersebut yang menawarkan PM PakistanNawaz Sharif.

Pemerintah Diminta Segera Rilis "Jokowi Papers"

JAKARTA (PIYUNGANONLINE) - Presiden Joko Widodo diminta memaksa Direktorat Jenderal Pajak dan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) untuk bergerak lebih cepat mengungkap dan menginformasikan ke publik terkait data-data transaksi yang telah dilakukan terkait skandal "Panama Papers".

Benarkah “Jokowi Papers“ Jokowi Lebih Mengerikan?

JAKARTA (PIYUNGANONLINE) - Setelah dokumen Mossack Fonseca yang bernama Panama Papers bocor ke publik, kini ‘pengemplang pajak’ kembali dikejutkan dengan dengan kemunculan ‘Jokowi Papers’.

Kita tentunya masih ingat pada 2014 silam semua orang menertawakan Jokowi yang hanya seorang petugas partai bisa menjadi Presiden ke-7 Indonesia, kala itu ia belum dianggap seorang negarawan dan dianggap hanya bisa plonga-plongo. Namun kini, semua orang ketakutan dengan langkah Jokowi.

Pages