Pancasila

NU, Pancasila dan NKRI

Oleh Ahmad Ishomuddin

Saat duduk menyendiri, saya merenung betapa hebatnya perjuangan dan ide-ide cemerlang dari para pendiri bangsa Indonesia ini. Tentu saja peranan besar dari kalangan NU yang di dalamnya ada rakyat muslim, para santri dan ulamanya, tidak dapat diingkari dan tidak boleh dilupakan. Merekalah sesungguhnya pendiri NKRI.

Isu PKI yang Ingin Menggantikan Pancasila?

Baru baru ini di jagat Nusantara baik itu di media cetak, elektronik dan media sosial sedang hangat hangatnya membahas mengenai kebangkitan PKI (Partai Komunis Indonesia). Banyak di media sosial saya temui tautan-tautan tentang PKI, gambar orang mengenakan kaos berlambang palu-arit.

Ketua MPR Sesalkan Pancasila Jadi Bahan Olok-olok

JAKARTA (PIYUNGANONLINE) - Sikap publik figur yang melecehkan lambang negara disesalkan Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Zulkifli Hasan. Pernyataan itu disampaikan menanggapi kelakar artis Zaskia Gotik yang kini menjadi perhatian publik.

Zulkifli mengakui saat ini banyak orang yang tidak lagi tertarik membicarakan soal pancasila, UUD 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan Bhineka Tunggal Ika yang belakangan dijadikan program edukasi oleh parlemen dalam Sosialisasi Empat Pilar.

Tags: 

Melalui Naskah Darul Ahdi wa Syahadah, Muhammadiyah Tegaskan Komitmen Terhadap NKRI

Jakarta (PiyunganOnline) - Salah satu Ormas Islam terbesar, Muhammadiyah menegaskan komitmennya pada NKRI berdasarkan Pancasila.  Itu dilakukan melalui pengembangan naskah tentang Pancasila sebagai dasar dari darul ahdi wa syahadah.

NU Kembali Kepada Tradisi Musyawarah, AHWA Paling Dekat dengan Pancasila

 

Awal bulan Agustus 2015 warga nahdliyin akan mengadakan Muktamar yang ke 33 di Jombang Jawa Timur. Pada Muktamar NU akan menampilkan gaya demokrasi NU yang khas “ahlul halli wal aqdi” dalam memilih Rois Am Syuriah. Pada intinya merupakan hakekat paling dasar demokrasi dari dasar negara kita yaitu Pancasila yang sudah sampai pada taraf ke aliman, kearifan dan kezuhudan.

Lunturnya Nasionalisme Karena Kurang Pahami Pancasila

Jakarta (PiyunganOnline) - Kurangnya pemahaman Pancasila di tengah masyarakat mengakibatkan lunturnya rasa nasionalisme rakyat.  Demikian diungkapkan Anggota MPR RI Djoni Rolindrawan.

"Kalau hal tersebut dibiarkan, akan sangat berbahaya bagi kelangsungan bernegara," kata Djoni Rolindrawan dalam rilis Humas MPR RI yang diterima di Jakarta, Sabtu.

Menurut dia, hal yang paling ditakuti dirinya saat ini adalah hilangnya Pancasila dari diri generasi muda Indonesia.

Membangkitkan kembali Pancasila dari "Kuburan"nya

Jika ditanya dasar Negara Republik Indonesia, semua orang tahu jawabannya yakni Pancasila. Jika ditanya bunyi lima sila dalam Pancasila, masih banyak yang hafal meski agak lama mengucapkannya karena sambil mengingat-ingat. Nah, jika ditanya lagi, apakah nilai-nilai dalam Pancasila sudah diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, hmm lebih sulit lagi menjawabnya. Karena semua orang punya pendapat yang berbeda-beda dan biasanya terlalu subyektif.

Panca Sila Sangat Relevan

KH Jalaluddin Rakhmat (Kang Jalal) punya catatan tersendiri tentang nasionalisme di Indonesia. Kontribusi pertama umat Islam Indonesia adalah membangun kebangsaan. Orang Indonesia yang beragama Islam, yang terdapat di berbagai daerah, bersama-sama membangun suatu bangsa. Islamlah yang mempersatukan mereka.

 

Kontribusi kedua, Islam membantu membentuk nasionalisme kebangsaan. Tentu saja karena Islam mayoritas, maka memegang peranan yang sangat penting dalam pembentukan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

 

Panca Sila Kekuatan Pemersatu Bangsa

Oleh P.B. Susetyo & S.H. Dewantoro

 Negara Kesatuan Republik Indonesia, memiliki 250 juta penduduk, 13.466 pulau, 1500 suku dan 1027 bahasa, juga punya budaya dan tradisi yang sangat kaya, serta ragam agama dan kepercayaan yang dipeluk penduduknya.  Negara seperti ini rentan mengalami disintegrasi jika tidak memiliki kekuatan pemersatu.  Sejauh ini, Panca Sila yang telah ditetapkan sebagai dasar negara adalah pemersatu berbagai suku, agama, dan ras yang ada di Indonesia, karena Panca Sila adalah jiwa bangsa dan karakter murni bangsa Nusantara.

Pages