Pilgub DKI Jakarta

Klarifikasi Nenek Sidup Terlihat Janggal dan Penuh Rekayasa

Menjelang pemungutan suara Pilkada DKI Jakarta putaran kedua, tensi semakin memanas. Beberapa berita hoax banyak tersebar. Salah satunya yang dituduh hoax oleh pendukung paslon 3 adalah berita mengenai seorang nenek berusia 81 tahun yang aliran listrik rumahnya dimatikan Front Pembela Islam (FPI) karena membela paslon nomer 2.

Penista Agama Sebenarnya Siapa?

Tulisan ini masih seputar pilkada DKI Jakarta. Kini babak baru putaran kedua telah dimulai. Pilkada kedua kali ini menyisakan dua paslon, yakni Ahok-Djarot dan Anis-Sandi. Pasca penetapan akan adanya putaran kedua masing-masing paslon melakukan kampanye dengan cara masing-masing.

Jakarta sebagai peradaban paling maju dibanding daerah lain. Memiliki daya tarik yang kuat. Hingga tak heran kesibukan hinga kemajemukan tumpah  di sana. Seiring kemajemukan warga Jakarta mestinya menjadi tolak ukur bagi terjalinya hidup rukun dan toleran dalam keberagaman.

Kenapa Saya Tidak Mendukung Ahok?

Ok. Saya tidak mau terlalu terbuai dengan pembangunan fisik, yang sering dinyinyiri Anies itu. Yang ingin saya apresiasi adalah Ahok berhasil mengubah paradigma birokrat Pemda. Yang semula bergaya bak raja-raja kecil tukang tilep, kini menyadari perannya sebagai pelayan rakyat.

Menurut saya itu terobosan revolusi mental. Pemerintah yang sadar pada fungsinya sebagai pelayan rakyat adalah pemerintahan impian kita. Dan ketika Ahok berhasil membangun itu, saya tidak punya alasan untuk tidak mendukungnya.

Ditanya Wartawan Soal Polemik Tolak Salat Jenazah, Anies Diam Tak Bisa Menjawab!

Drama agama dalam perpolitikan DKI dibuat lebih kental dengan larangan mensholatkan jenazah pendukung Ahok. Kasus spanduk intoleran dan berbau SARA bukan sekedar kain atau tulisan yang dipasang di sejumlah masjid-masjid di Jakarta, tapi sebagian dari pengurus masjid setidaknya telah melakukan anjuran dari isi spanduk tersebut.

Kasus Tolak Salati Jenazah di Musholla viral disemua media broadcast online, televisi, cetak dan Radio. Hingga Mentri Agama, PBNU dan MUI pun mengecam. 

Inilah Fakta Kemenangan SBY Walau Agus Kalah

Kontestasi Pilgub DKI 2017 usai sudah, hasilnya tidak seperti sumpah si Poltak Raja Minyak Ruhut Sitompul yang menyatakan Pilgub DKI akan berlangsung satu putaran dengan kemenangan Ahok, bahkan si Poltakpun sesumbar jika Pilgub DKI berlangasung dua putaran berani telinganya di potong.

Ini Dia Alasan PPP, PKB, PAN Dukung Ahok-Djarot Di Putaran 2

Partai-partai yang berada di Koalisi Cikeas saat putaran pertama PPP, PKB dan PAN akan mendukung Ahok-Djarot di putaran kedua Pilkada DKI Jakarta.

Demikian dikatakan pengamat komunikasi politik Universitas Pelita Harapan (UPH) Emrus Sihombing, Jumat (17/2).

Menurut Emrus, ketiga parpol tersebut mendukung Ahok-Djarot di putaran kedua karena koalisi di Indonesia bukan berdasarkan ideologi.

"Andaikata ada ideologis, mestinya semua (dukungan) dari pusat sampai daerah itu sama. Di Banten saja sudah dukungannya," kata Emrus.

Kekeliruan Anies Ini Wajib Anda Tahu

Anies Baswedan kembali membuat pernyataan yang keliru. Kemarin saat terdapat kejadian banjir di beberapa areal di Jakarta Anies di kantor DPP Gerindra menyindir, "Saya kira sudah bebas banjir," ujarnya yang langsung direspon para pendukungnya dengan tertawaan.

Saat ditanyakan wartawan apa solusi Anies dalam mengatasi banjir, Anies menjawab bahwa itu bisa dilakukan dengan 'drainase vertikal.'

Anies Baswedan Minta Maaf Soal Program KPR Tanpa DP, Akan Diganti Tanpa Cicilan

JAKARTA, PIYUNGANONLINE.CO - Koodinator Tim Pembela Demokrasi Indonesia (TPDI) Petrus Selestinus meminta kepada Calon Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Anis Baswedan-Sandiaga Uno, Tim Sukses dan Partai Politik Pengusung (Partai Gerindra dan PKS) harus segera meminta maaf kepada publik di seluruh Indonesia.

Pasalnya, mereka telah menjanjikan program Kredit Pemilikan Rumah/KPR tanpa uang muka atau DP (down payment) nol persen.

Keluh Kesah SBY Minta Keadilan

JAKARTA (PIYUNGANONLINE) - Setelah sering mengatakan prihatin kini SBY mengeluh. Mantan Presiden RI ke-IV, Susilo Bambang Yudhoyono kembali aktif di jagad media sosial. Kali ini, sosok yang akrab disapa SBY itu mengeluarkan keluh kesahnya di akun Twitter @SBYudhoyono.

Bahkan, ia mengiba terkait haknya tinggal di Indonesia. Ketua Umum Partai Demokrat itupun mempertanyakan sikap Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Kapolri, Jenderal Tito Karnavian.

Shohibul Kaget, Pendukung Anies-Sandi di Lapangan Bersejarah Tembus 10 Juta Orang

JAKARTA, PIYUNGANONLINE - Massa yang menghadiri kampanye akbar pasangan calon (paslon) nomor urut 3 untuk Pilgub DKI 2017, Anies Baswedan-Sandiaga Uno, tembus lebih dari 10 juta orang.

Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Shohibul Iman kaget melihat massa bak lautan manusia tersebut.

"Karena masa tumpah ruah di luar, saya perkirakan ada 10 juta orang. Kalau di sini acara dihadiri 10 juta orang. Insyallah disaksikan puluhan juta mata," kata Shohibul di Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Minggu (5/2/2017).

Pages