Teroris

Ternyata Pelaku Peledakan Bom Di Gereja Katolik Stasi Santo Yoseph Medan Beragama Islam

MEDAN (PIYUNGAN ONLINE) - Polisi telah menangkap Ivan Armadi Hasugian alias IAH yang mengaku beragama Islam itu, terduga peledakan bom di Gereja Katolik Stasi Santo Yoseph, Jalan Dr Mansyur No 75 Medan, Sumatera Utara. Pengebom itu meledakkan bom rakitan lalu melukai lengan kiri Pastor Albert S Pandiangan pada Minggu pagi pukul 08.45 WIB.

Kapolresta Medan Kombes Mardiaz Kusin Dwihananto mengatakan, untuk mengetahui motif pelaku dalam melakukan teror di rumah ibadah tersebut, penyidik menggeledah tempat tinggal pelaku yang berada di Jalan Setia Budi, Kota Medan.

Polisi Tangkap Teroris Yang Hendak Membom Bali

JAKARTA (PIYUNGANONLINE) - Densus 88 Antiteror Polri membekuk seorang terduga teroris jaringan Nur Rohman dan Bahrun Niam. Komplotan ini adalah pelaku bom di Polresta Surakarta dan seturut bukti komunikasi yang didapat, kelompok tersebut juga berencana melakukan aksi bom bunuh diri di Bali.

"Kelompok mereka juga beberapa waktu lalu akan melakukan kegiatan amaliyah maupun melakukan aksinya di Bali. Selain yang di Polresta Surakarta," kata Karo Penmas Polri Brigjen Polisi Agus Rianto di Mabes Polri, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (19/8/2016).

Tags: 

Teroris Ditangkap di Surabaya

SURABAYA (PIYUNGANONLINE) - Tim Detasemen Khusus 88 Antiteror Polri melakukan serangkaian penangkapan terhadap terduga teroris di Surabaya, Jawa Timur, Rabu (8/6).

Berdasarkan informasi, penangkapan pertama dilakukan 12.05 WIB di Jalan Raya Gresik. Tersangka berinisial J diamankan bersama barang bukti satu senjata airgun dan sejumlah uang dalam ransel.

Kapolri: Siyono Orang Penting Jamaah Islamiyah

JAKARTA (PIYUNGANONLINE)- Siyono adalah orang penting di struktur Jamaah Islamiyah (JI). Demikian penegasan Kepala Polisi Republik Indonesia Badrodin Haiti. "Dia termasuk di dalam struktur (JI). Pastilah dia orang penting di sana," ujar Badrodin di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Senin (4/4/2016). Detasemen Khusus 88 Antiteror Polri, lanjut Badrodin, telah mengidentifikasi Siyono sejak lama. Sebab, dia diduga terlibat aksi terorisme di tanah air.

Berdamai Dengan Terorisme, Waraskah?

Ilustrasi

Atas nama kemanusiaan, saya berduka untuk Siyono. Terduga teroris asal Jawa Tengah yang meninggal dunia. Tapi ada beberapa hal yang mesti dicatat, pertama, kita tidak tahu proses penangkapan terduga. Apakah Siyono melawan? Jika iya, harus dipahami, pasukan khusus itu ahli dalam melumpuhkan target. Dengan satu-dua pukulan telak bisa sangat berbahaya. Perlawanan justru akan mengakibatkan kematian.

10 Nelayan Indonesia Diculik Gerombolan Abu Sayyaf

MANILA (PIYUNGANONLINE) - Sepuluh awak kapal tunda asal Indonesia diculik kelompok garis keras Abu Sayyaf di Filipina pada akhir pekan lalu, kata pejabat di Manila, Senin. 

Dua pejabat militer Filipina mengatakan kelompok garis keras itu menuntut sejumlah uang tebusan, yang dirahasiakan dari pemilik perahu. Pejabat itu menolak disebutkan namanya karena tidak berwenang berbicara kepada media, lapor Reuters. 

Kesepuluh orang itu mengawaki kapal tunda Taiwan milik swasta dalam perjalanan dari Jakarta ke Manila ketika dibajak di dekat perbatasan Malaysia. 

Masyarakat Madani Untuk Cegah Terorisme Di Indonesia

Pencegahan terorisme merupakan tugas bersama, tugas semua orang yang mencintai kehidupan yang damai. Seperti halnya satu pepatah yang mengatakan bahwa mencegah lebih baik daripada mengobati, begitupun mencegah terorisme lebih berdaya guna jika dibandingkan dengan memeranginya secara sporadis.

Meskipun memerangi terorisme secara sporadis tidak menyalahi aturan, namun dampak yang ditimbulkannya kerap kali menyerempet ke penambahan masalah yang lebih kompleks.

Menangkal Propaganda Kekerasan Dari Paham Terorisme

 

Kelompok berpaham kekerasan dan terorisme telah menjadikan generasi muda sebagai target utama penyebaran ideologi dan propaganda mereka. Baik dilakukan secara langsung maupun tidak, yaitu melalui kecanggihan internet.

Kita harus mewaspadai kelompok ini karena setiap aksi, tindak dan gerakan mereka mengusung nama agama, terutama Islam. Padahal, apa yang mereka lakukan jelas-jelas bertentangan dengan ajaran agama. Terorisme yang melanda Indonesia disebabkan oleh pandangan yang mudah mengkafirkan kelompok lain yang tidak sepemahaman dengan kelompok mereka.

Pages