toleransi

Indonesia Milik Bersama

Oleh Sumanto al Qurtuby

Alkisah, beberapa bulan sebelum tanggal 17 Agustus 1945 yang keramat itu, Bung Karno menemui empat ulama, "wong pinter", dan ahli tasawuf yang sangat disegani karena kedalaman ilmu, moralitas dan perilakunya untuk meminta nasehat tentang kapan sebaiknya Bangsa Indonesia memproklamirkan diri kemerdekaanya.

Tags: 

Mereka Ingin Kita Pecah

Oleh Denny Siregar

Menurut camat Tanjung Balai, kejadian bermula dari seorang wanita tionghoa yang memprotes toa masjid yang terlalu keras.

Wanita dan warga yang hendak shalat bersitegang, tapi sudah diamankan dan kembali pulang.

Permasalahan muncul ketika di medsos terjadi provokasi. Ada yang bilang masjid dilempari, imam diusir, ada juga yang bilang shalat magrib dihentikan. Postingan2 provokasi itu menyebar luas disertai seruan pembakaran vihara.

Begini Suasana Ramadhan di Kota Paling Toleran se- Jawa

Oleh Bambang Setyawan

Bulan suci Ramadhan berlangsung tiap tahun, dibalik ibadah puasa tersebut, ada hal menarik di kota paling toleran se-pulau Jawa, yakni Salatiga. Sebab, keberagaman agama yang ada, ternyata malah semakin mempererat kesatuan dan persatuan warganya.

Menag: Bangsa Indonesia Bisa Jadi Teladan Dalam Pluralisme

KENDARI (PIYUNGANONLINE) - Perkemahan wirakarya perguruan tinggi keagamaan (PW-PTK) XIII yang dilakukan di Kendari, Sulawesi Tenggara merupakan perwujudan komitmen terhadap pluralisme.  Demikian dinyatakan Menteri Agama Republik Indonesia Lukman Hakim Saifuddin.

"Saya gembira mendengar PW-PTK XIII ini diikuti oleh pramuka pandega tidak saja dari perguruan tinggi Islam, namun juga perguruan tinggi keagamaan lain seperti STAKN, STAHN, STABN dan lain-lain," kata Lukman Hakim pada pembukaan perkemahan PW-PTK XIII di Kendari, Senin.

Benarkah Muhammad Nabi Terakhir?

Oleh : Irski Pujakesuma.

Ini sharing saja, andaikata ada yang berpendapat seperti ini Bagaimana menurut pandangan anda :

1. Kalau Firman Allah walau tertulis dalam Bahas Arab OK (pasti Benar)

2. Kalau Muhammad itu Nabi Terakhir OK Tetapi apakah Allah sudah tidak menjadikan manusia lainya sebagai tuntunan, walau tak dikatakan Nabi, karena sudah banyak orang Islam yang ego dan tak menjalankan Instruksinya secara Benar.

Memahami Kearifan Lokal, Menjauhkan Tindak Kekerasan

Sumber foto: kendhilkencana.blogspot.com

Oleh Erika Avalokita

Keanekaragaman budaya di Indonesia, bukanlah buatan manusia. Keanekaragaman ini merupakan pemberian Tuhan, agar dijaga dan terus dilestarikan. Kenapa perlu dilestarikan? Dalam keanekaragaman tersebut, terkandung nilai-nilai luruh nenek moyang kita. Terkandung sikap saling menghormati, saling tolong menolong, dan saling mengasihi. Itulah budaya Indonesia.

Pengembangan Rasa Toleransi Perlu Dituntaskan

Budayawan Edy Utama menyatakan bahwa praktik pemeliharaan dan pengembangan rasa toleransi serta kerukunan umat beragama masih merupakan persoalan yang belum tuntas di Indonesia yang menjamin kebhinekaan dan keragaman budaya.

"Kita masih sering menyaksikan kekerasan-kekerasan sosial yang terjadi atas nama agama, baik yang bersifat horizontal maupun vertikal," kata budayawan asal Sumatera Barat (Sumbar) itu saat memberikan materi kegiatan Workshop Penguatan Jurnalisme Damai di Sawahlunto, Senin.

Gak Masalah Lurahnya Muslim, Cariknya Katolik, Kamituwonya Hindu…

Oleh Emha Ainun Najib

Dalam suatu forum saya bertanya, “Apakah Anda punya tetangga?”.

Dijawab serentak “Tentu punya”

“Punya istri enggak tetangga Anda?”

“Ya, punya doooong…”

“Pernah lihat kaki istri tetangga Anda itu?”

“Secara khusus, tak pernah melihat,” kata hadirin di forum.

“Jari-jari kakinya lima atau tujuh?”

“Tidak pernah memperhatikan,”

“Body-nya sexy enggak?” Hadirin tertawa lepas.

Kisah Indah Tentang Toleransi Dari Bumi Papua

Oleh Febriyanto Marhadi Saputra

Ini adalah kisah nyata tanpa retorika tentang toleransi antar umat beragama di Bumi Papua. Muktamar Muhammadiyah ke-47 yang berbarengan dengan Muktamar 'Aisyiyah 1 Abad di Makasar menyelipkan kisan indah dan nyata tentang kehidupan toleransi yang sebenarnya.

Pages