toleransi agama

Islam Indonesia Itu Paling Toleran Di Dunia

Salah satu faktor paling penting yang membuat Indonesia stabil sebagai negara ialah karena Indonesia terus menyuburkan semangat toleransi antarumat beragama. Meskipun Islam merupakan agama mayoritas, para pemeluk agama lain yang minoritas tetap merasa aman dan nyaman hidup di negara berpenduduk muslim terbesar di dunia ini.

Ibu Muslim Penjual Benda-benda Rohani Katolik Sudah Mengajari Arti Toleransi

INDONESIA kaya budaya serta agama. Tidak cuma hingga disana, negeri indah ini juga punya sangat banyak bhs yg dipakai di tiap-tiap daerahnya, mempunyai 17. 504 pulau buat orang-orang Indonesia toleransinya tinggi bakal satu ketaksamaan.

Enam agama yang diakui pemerintah serta puluhan keyakinan yang lain mengharuskan warga Indonesia mempunyai tenggang rasa yang tinggi. Tidak cuma miliki toleransi yang terucap melalui lidah, seorang ibu di Ambarawa telah 20 th. jual benda-benda rohani yang menjadi fasilitas berdoa umat Katolik.

Sudah Lama Indonesia Punya Simbol Toleransi Beragama

Pada tahun 1961, Bung Karno memilih lokasi tempat membangun masjid terbesar di Asia Tenggara, Mesjid Istiqlal, berdampingan dengan Gereja Katedral untuk mempererat kerukunan antara umat beragama di Indonesia, simbol toleransi bangsa.

“Prinsip Ketuhanan! Bukan saja bangsa Indonesia ber-Tuhan, tetapi masing-masing orang Indonesia hendaknya ber-Tuhan.

Tuhannya sendiri.

Yang Kristen menyembah Tuhan menurut petunjuk Isa al Masih.

Yang Islam bertuhan menurut petunjuk Nabi Muhammad SAW.

Orang Budha menjalankan ibadatnya menurut kitab-kitab yang ada padanya.

Inilah Tokoh Besar Toleransi Beragama Tapi Kejam

Manusia itu selalu ada sisi baik dan buruk, lepas dari suku dan agamanya, tinggal yang menonjol sisi mananya. Bicara tentang TOLERANSI BERAGAMA di Indonesia ini masih terjadi pro dan kontra, masing-masing umat mencari kebenarannya sendiri, minoritas dan mayoritas jadi bahan yang selalu mengiringi tema tersebut.

Inilah Toleransi : Remaja Masjid dan Pemuda Hindu Turut Amankan Prosesi Semana Santa Umat Katolik NTT

KUPANG (PIYUNGANONLINE) - Sebanyak 219 personel Kepolisian Resor Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), siap mengamankan perayaan Prosesi Semana Santa di Kota Larantuka. Kepala Bidang Humas Kepolisian Daerah NTT, AKBP Jules Abraham Abast, Minggu (20/3/2016), mengatakan selain dari Polres setempat, pengamanan akan dibantu oleh TNI dan sejumlah pihak.

 

Masih Adakah Toleransi di Indonesia?

Oleh : Dhuwie Utami

Memiliki bermacam kekayaan dari segi budaya, agama hingga sumber daya alam bukan hanya menjadi anugerah surga bagi Indonesia. Tetapi juga, malapetaka. Banyak perbedaan jika tidak dibarengi dengan pemahaman tentang toleransi satu sama lain akan membuat konflik dalam diri Indonesia semakin parah.

Sebuah negara akan tampak sejahtera apabila masyarakat di dalamnya hidup dengan saling toleransi. Negara akan tampak sehat dan damai, bangsa akan dengan senang hati saling gotong royong untuk membenahinya agar lebih baik.

Bakar Gereja Atau Mesjid Bukan Cerminan Kerukunan Antar Umat Beragama

Menulis artikel ini sebenarnya deg-degan juga khawatir dianggap tulisan provokatif dan sarat makna SARA namun harapan saya tulisan ini tidak akan dinilai mengandung SARA asalkan menggunakan pendekatan yg sama dengan penulis.

Akhir-akhir ini kondisi kerukunan ummat beragama di indonesia kembali dilanda problematika setalah beberapa waktu yang lalu kejadian pembakaran mesjid terjadi di Tolikara bertepatan dengan momentum pelaksanaa shalat Ied (17/7/2015) yang mengakibatkan bukan hanya mesjid yg terbkar akan tetapi kios-kios masyarakat juga terkena amukan api yg membakar.

PM Inggris Akan Belajar Toleransi Agama di Indonesia

Jakarta (PiyunganOnline) - Salah satu agenda penting Perdana Menteri Inggris David Cameron di Indonesia adalah berdialog soal toleransi beragama dan mengatasi ekstremisme.   Duta Besar Inggris untuk Indonesia Moazzam Malik mengatakan Cameron akan melakukan dialog antaragama di hari kedua kunjungannya ke Indonesia. Di ajang ini, Cameron akan mendengarkan pengalaman dari Indonesia dalam bertoleransi dan membendung kelompok radikal.
 

Pages